Saya baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari University. Nilai rata-rata saya antara 4.2 s/d 4.5, bertengger di antara A dan A+ (sempurna). Memang Ini bukanlah prestasi yang luar biasa, tapi saya bisa berhasil melakukan semua ini dengan memanfaatkan sebagian kecil dari waktu belajar saya daripada kebanyakan orang pada umumnya.
Ini adalah strategi belajar saya, dengan cara mengorganisasikannya, konsep belajar ini saya berinama dengan Holistic Learning, yaitu proses pengorganisasian informasi untuk dimuat di web, sehingga terciptalah interconnect ideas.
Proses belajar itu sama halnya dengan anda membangun sebuah rumah. Anda tidak akan pernah mendapat gambaran secara jelas, jika Anda belum pernah menghadapi kasus yang sebenarnya. Keterbatasan komunikasi sangat menghambat dalam proses distribusi pengetahuan. Sebaliknya Anda berusaha mendengarkan penjelasan guru, membaca buku dan membuat catatan lengkap adalah bentuk usaha untuk memahami subjek.
Contoh, ada persediaan bahan bangunan seperti batu bata, semen dan kaca, maka terserah anda mau buat bangunan apa, jika seperti ini, sikap apa yang akan Anda lakukan? Sayangnya, sebagian besar strategi pembelajaran terbagi dalam dua tipe dasar:
Tidak ada yang salah dengan kedua strategi diatas, dengan asumsi Anda tidak menggunakan kedua strategi diatas. Otak manusia itu tidak seperti komputer, sangat terbatas, sehingga mustahil memiliki pengetahuan tak terbatas tanpa beberapa struktur. Dan formula tidak akan bekerja jika pertanyan-pertanyaan (aturan-aturan) dirancang untuk ruang lingkup yang dinamis.
1. Metafora - adalah cara cepat menyusun suatu informasi sederhana dengan cara membandingkan beberapa informasi kompleks. Bila Anda menemukan keterkaitan atau hubungan antar informasi, maka tambahakan analogi untuk meningkatkan pemahaman Anda. Sebagaimana neutron diibaratkan dengan gelombang tali.
2. Gunakan Semua Indera Anda - ide Abstrak sulit untuk dihafal, karena mereka jauh dari indera kita. Membawa mereka agar lebih dekat dengan indera kita, seperti memadukan antara intuisi dan gambar-gambar yang sekiranya bisa memperjelas informasi Abstrak tersebut. Contoh, ketika saya belajar matriks, saya teringat pola dengan memvisualisasikan tangan saya bergerak melewati angka, satu menambah dan satunya lagi mengurangi.
3. Mengajarkannya - Carilah seseorang yang sekiranya tertarik dengan topik yang sedang Anda pelajari namum mereka belum paham, lalu ajarkan kepada mereka. Latihan ini akan memaksa Anda agar memutar otak untuk mencari cara terbaik menyampaikan informasi agar mudah dipahami, maka secara tidak langsung Anda juga belajar sehingga bisa semakin paham. Untuk hasil yang sama, dengan menghabiskan waktu lima menit untuk menjelaskan konsep akan menghemat waku satu jam daripada Anda belajar sendiri.
4. Uji Mobilitas Anda - Cara terbaik untuk mengetahui bahwa Anda belum 100% paham adalah dengan membuka dokumen Anda lalu jelaskan Subjek-subjek tersebut dengan bahasa Anda, jika Anda menjelaskan tanpa referensi, maka Anda sudah cukup bisa dikatakan gagal paham.
5. Mencari Pola - Mengetahui pola dalam informasi sangat memudahkan kita dalam memahami suatu topik. Hal itu bisa dilakukan jika Anda bisa dan terbiasa mengidentifikasi pola-pola pada topik yang berbeda. Contoh, cara neutron terbakar memiliki kesamaan dengan pernyataan "if" pada bahasa pemrograman.
6. Membangun Pondasi - Banyak membaca dan memiliki pengetahuan umum tentang banyak topik bisa memberikan Anda banyak hal, salah satunya adalah fleksibilitas dalam menemukan pola dan metafora dalam topik baru. Semakin banyak Anda sudah tahu, semakin mudah pula Anda belajar.
7. Jangan Memaksa - Saya tidak mau menghabiskan banyak waktu belajar sebelum menjelang ujian, karena tidak efisien. Sebaliknya cobalah perlahan membuat interlink ide di otak Anda, sehingga belajar menjelang ujian hanya sebatas rekap cepat saja dan tidak perlu upaya keras.
8. Membangun Model - Model adalah konsep sederhana yang bukan berarti benar sendiri, tapi berguna untuk memvisualisasikan ide-ide abstrak. Ketika saya mencoba mengatasi konsep subspaces, saya membayangkan latar belakang biru dengan pesawat merah melewatinya. Representasi ini tidak sepenuhnya akurat tentang fakta subspace, tetapi menciptakan gambaran yang bisa diterapkan untuk ide-ide masa depan.
9. Belajar itu di Kepala - Memiliki catatan indah dan buku highlight sempurna, tidak masalah jika Anda tidak memahami informasi didalamnya. Tujuan Anda hanya untuk memahamai informasi agar berguna untuk tugas, tes dan kehidupan. Jangan takut membuat berantakan ketika ingin menuangkan ide di kertas dan menghubungkannya dengan kepala Anda. Menggunakan catatan dan buku sebagai media untuk belajar daripada hasil akhir (artinya jangan mencotek catatan untuk memperoleh hasil akhir).
Ini adalah strategi belajar saya, dengan cara mengorganisasikannya, konsep belajar ini saya berinama dengan Holistic Learning, yaitu proses pengorganisasian informasi untuk dimuat di web, sehingga terciptalah interconnect ideas.
Membangun Pemahaman
Contoh, ada persediaan bahan bangunan seperti batu bata, semen dan kaca, maka terserah anda mau buat bangunan apa, jika seperti ini, sikap apa yang akan Anda lakukan? Sayangnya, sebagian besar strategi pembelajaran terbagi dalam dua tipe dasar:
- Menghafal - "Bukannya segera membangun apapun dengan bahan bangunan yang tersedia tapi malah menatap beberapa menit untuk merekam posisi bahan bangunan" (Gambaran).
- Formula - "Hal ini sebagaimana Anda buta, kemudian meraba-raba untuk bisa menjangkau dinding rumah" (Gambaran).
Tidak ada yang salah dengan kedua strategi diatas, dengan asumsi Anda tidak menggunakan kedua strategi diatas. Otak manusia itu tidak seperti komputer, sangat terbatas, sehingga mustahil memiliki pengetahuan tak terbatas tanpa beberapa struktur. Dan formula tidak akan bekerja jika pertanyan-pertanyaan (aturan-aturan) dirancang untuk ruang lingkup yang dinamis.
Learning Holistic
Strategi alternatif terbaik adalah fokus terhadap informasi/pengetahuan yang telah Anda miliki untuk membangun sesuatu. Ini perlu melibatkan sebuah konsep cerdas, agar bisa menciptakan sesuatu yang besar dari informasi/pengetahuan yang sedikit. Berikut ada beberapa ide untuk memulainya:1. Metafora - adalah cara cepat menyusun suatu informasi sederhana dengan cara membandingkan beberapa informasi kompleks. Bila Anda menemukan keterkaitan atau hubungan antar informasi, maka tambahakan analogi untuk meningkatkan pemahaman Anda. Sebagaimana neutron diibaratkan dengan gelombang tali.
2. Gunakan Semua Indera Anda - ide Abstrak sulit untuk dihafal, karena mereka jauh dari indera kita. Membawa mereka agar lebih dekat dengan indera kita, seperti memadukan antara intuisi dan gambar-gambar yang sekiranya bisa memperjelas informasi Abstrak tersebut. Contoh, ketika saya belajar matriks, saya teringat pola dengan memvisualisasikan tangan saya bergerak melewati angka, satu menambah dan satunya lagi mengurangi.
3. Mengajarkannya - Carilah seseorang yang sekiranya tertarik dengan topik yang sedang Anda pelajari namum mereka belum paham, lalu ajarkan kepada mereka. Latihan ini akan memaksa Anda agar memutar otak untuk mencari cara terbaik menyampaikan informasi agar mudah dipahami, maka secara tidak langsung Anda juga belajar sehingga bisa semakin paham. Untuk hasil yang sama, dengan menghabiskan waktu lima menit untuk menjelaskan konsep akan menghemat waku satu jam daripada Anda belajar sendiri.
4. Uji Mobilitas Anda - Cara terbaik untuk mengetahui bahwa Anda belum 100% paham adalah dengan membuka dokumen Anda lalu jelaskan Subjek-subjek tersebut dengan bahasa Anda, jika Anda menjelaskan tanpa referensi, maka Anda sudah cukup bisa dikatakan gagal paham.
5. Mencari Pola - Mengetahui pola dalam informasi sangat memudahkan kita dalam memahami suatu topik. Hal itu bisa dilakukan jika Anda bisa dan terbiasa mengidentifikasi pola-pola pada topik yang berbeda. Contoh, cara neutron terbakar memiliki kesamaan dengan pernyataan "if" pada bahasa pemrograman.
6. Membangun Pondasi - Banyak membaca dan memiliki pengetahuan umum tentang banyak topik bisa memberikan Anda banyak hal, salah satunya adalah fleksibilitas dalam menemukan pola dan metafora dalam topik baru. Semakin banyak Anda sudah tahu, semakin mudah pula Anda belajar.
7. Jangan Memaksa - Saya tidak mau menghabiskan banyak waktu belajar sebelum menjelang ujian, karena tidak efisien. Sebaliknya cobalah perlahan membuat interlink ide di otak Anda, sehingga belajar menjelang ujian hanya sebatas rekap cepat saja dan tidak perlu upaya keras.
8. Membangun Model - Model adalah konsep sederhana yang bukan berarti benar sendiri, tapi berguna untuk memvisualisasikan ide-ide abstrak. Ketika saya mencoba mengatasi konsep subspaces, saya membayangkan latar belakang biru dengan pesawat merah melewatinya. Representasi ini tidak sepenuhnya akurat tentang fakta subspace, tetapi menciptakan gambaran yang bisa diterapkan untuk ide-ide masa depan.
9. Belajar itu di Kepala - Memiliki catatan indah dan buku highlight sempurna, tidak masalah jika Anda tidak memahami informasi didalamnya. Tujuan Anda hanya untuk memahamai informasi agar berguna untuk tugas, tes dan kehidupan. Jangan takut membuat berantakan ketika ingin menuangkan ide di kertas dan menghubungkannya dengan kepala Anda. Menggunakan catatan dan buku sebagai media untuk belajar daripada hasil akhir (artinya jangan mencotek catatan untuk memperoleh hasil akhir).
