Network Troubleshooting di Linux

Linux Troubleshooting Tools
Linux Troubleshooting Tools


Sebagaimana Troubleshooting Pada Sistem Operasi Windows, maka di Linux juga terdapat beberapa tools atau utility yang fungsinya hampir sama untuk mengatasi berbagai masalah pada jaringan. Misalnya :

1. ifconfig
Digunakan untuk menampilkan atau melakukan setting TCP/IP pada interface jaringan yang kita miliki. Beberapa option yang coba dipraktekkan:
  • ifconfig
  • ifconfig -a
  • ifconfig eth0
ifconfig
ifconfig

2. mii-tools dan ethtool 
Untuk memeriksa status koneksi dan teknologi yang disupport oleh sebuah kartu jaringan.

mii-tools
mii-tools

Jika terasa jaringan agak melambat, kita dapat manfaatkan checking error oleh ethtool dengan menggunakan option -s pada command ethtool seperti:

ethtool
ethtool
3. netstat -i
Juga dapat digunakan untuk memeriksa jumlah packet error pada suatu interface

netstat -i
netstat -i

4. ifconfig -a atau arp -a
Kadang kala untuk keamanan sebagai admin, kita perlu mendaftarkan MAC address masing masing komputer yang dapat dilihat menggunakan command ifconfig -a atau arp -a (untuk mac address komputer yang terhubung ke komputer kita).

ifconfig -a atau arp -a
ifconfig -a atau arp -a


5. Ping
Sama seperti pada Sistem Operasi Windows, tools Ping di Linux digunakan untuk testing koneksi terhadap suatu titik (server/komputer). Beberapa pesan yang ditampilkan, jika tidak ada replay, maka sama dengan hasil ping di Windows.

Ping
Ping


6.  telnet
Selain menggunakan ping, untuk melakukan test koneksi dapat juga dilakukan dengan menggunakan telnet ke host dan port TCP suatu server. Misalnya melakukan telnet ke port 22(SSH) suatu server.

Telnet
Telnet
Untuk keluar dari perintah tersebut, tekan CTRL + ] , kemudian ketikkan quit. Jika muncul connection refuced, ada dua kemungkinan :
  • Services TCP yang kita coba terhubung, belum aktif atau tidak running
  • Ada firewall yang memblok koneksi ke protokol TCP tersebut..

7. curl -i
Untuk memeriksa layanan aplikasi berbasis web pada sebuah server, dapat menggunakan utilitas curl, dengan option -I pada command curl, dapat diperoleh aplikasi yang berjalan pada sebuah webserver.

curl -i
curl -i

8. netstat -an 
Selain menggunakan curl, tools lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya permalahan pada jaringan atau server adalah “netstat -an“. Perintah ini akan menampilkan komunikasi atau layanan yang berjalan pada sebuah komputer/server.

netstat -an
netstat -an


Misalnya untuk menampilkan jumlah koneksi yang sedang terjadi antara komputer kita dengan komputer/server lain dapat menggunakan command berikut :

netstat -an | grep tcp | egrep -i 'established|time_wait' | wc -l
netstat -an | grep tcp | egrep -i 'established|time_wait' | wc -l



9. iptables
Secara default sistem operasi fedora akan menjalankan firewall secara otomatis ketika dinyalakan. Untuk upaya troubleshooting jaringan, sebaiknya services firewall (iptables) dinonaktifkan terlebih dahulu.

iptables
iptables



10. traceroute
Tools “traceroute” fungsinya sama dengan tools “tracert” di Sistem Windows, digunakan untuk testing link koneksi terhadap server tertentu. Tracert maupun traceroute menggunakan protokol icmp.

traceroute
traceroute

Pesan pesan yang mungkin muncul pada hasil traceroute :

1.) Tanda bintang “* * *” artinya bahwa respons time untuk menuju routeratau hop selanjutnya sudah habis, respons time untuk perintah traceoute adalah 5 detik. Hal ini dapat disebabkan oleh :
  • Router yang ingin dilalui tidak mengirimkan echo replay (didisable)
  • Router atau firewall pada titik tersebut melakukan blocking icmp.
  • IP Alamat Tujuan tidak aktif atau tidak melakukan respons

2.) Tanda "!H, !N, or !P" tersebut menyatakan bahwa Host (komputer), network or protocol unreachable. Biasanya karena koneksi router pada hop tersebut terputus.

3.) Tanda "!X or !A" Menyatakan bahwa komunikasi dengan router dilakukan filtering menggunakan ACL (Access Control List).

4.) Tanda "!S" Menyatakan bahwa source atau komputer yang melakukan traceroute gagal mengirimkan frame. Biasanya masalah setting security pada level kernel di Linux.

Contoh :
Traceroute
Traceroute

11. traceroute “mtr”
Selain traceroute, tools yang lebih powerfull adalah “mtr”. Dengan mtr dapat dilihat jalur dan packet loss yang terjadi selama diperjalanan. Perintah: mtr www.google.com , menghasilkan :

traceroute “mtr”
traceroute “mtr”



12. tcpdump
Tools sederhana untuk menganalisa jaringan pada sistem operasi Linux seperti tcpdump, juga dapat dilakukan untuk melihat traffic. Biasanya administrator menganalisa traffic untuk mencari tahu apa saja yang sedang terjadi pada jaringannya.

tcpdump
tcpdump


13. nslookup
Testing DNS menggunakan tools nslookup, dig dan host

nslookup
nslookup


14. nmap
Untuk melakukan scanning network dan system, tools yang paling banyak peminatnya adalah nmap. Dengan nmap, kita dapat memeriksa suatu services pada server, scanning client, dan scanning jaringan.

nmap
nmap



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال