Mengenal Transport Layer

Layer OSI Enkapsulasi
Layer OSI Enkapsulasi


Pada bab ini akan dijelaskan tentang fungsi dari 2 protokol penting pada layer transport, yaitu :
  • User Datagram Protocol (UDP)
  • Transmission Control Protocol (TCP)

1. Port dan Socket


Port
Port digunakan untuk melakukan proses komunikasi dengan proses lain pada jaringan TCP/IP. Port menggunakan nomer 16 bit, digunakan untuk komunikasi host-to-host. Tipe port ada 2 macam yaitu:
  • Well-known : port yang sudah dimiliki oleh server. Contoh : telnet menggunakan port 23. Well-known port memiliki range dari 1 hingga 1023. Port Well-known diatur oleh Internet Assigned Number Authority (IANA) dan dapat digunakan oleh proses sistem dengan user tertentu yang mendapatkan akses.
  • Ephemeral : client tidak menggunakan port well-known karena untuk berkomunikasi dengan server, mereka sudah melakukan perjanjian terlebih dahulu untuk menggunakan port mana. Ephemeral port memiliki range dari 1023 hingga 65535.
Untuk 1 nomer port tidak bisa digunakan oleh 2 aplikasi yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

Socket
Interface socket merupakan bagian dari Application Programming Interface (API) yang digunakan untuk protokol komunikasi.

Terminologi yang digunakan :
  • Socket merupakan tipe spesial dari file handle, dimana digunakan oleh sistem operasi untuk mengakses jaringan.
  • Alamat soket adalah : contoh :
  • Pembicaraan (conversation) : link komunikasi antar 2 proses
  • Asosiasi (Association) : kejadian komunikasi antar 2 proses Contoh :
  • Setengah Asosiasi (half-association) : < protocol, local-address, local-process> atau
  • Half-association disebut juga transport address.

2. User Datagram Protocol (UDP)

UDP merupakan standar protokol dengan STD nomer 6. Spesifikasi UDP dapat dilihat pada RFC 768 – User Datagram Protocol.

UDP pada dasarnya adalah interface untuk aplikasi IP. Dimana UDP tidak memiliki fungis reliabilitas data, flow control, dan error-recovery untuk komunikasi IP. UDP memiliki proses seperti multiplexing/demultiplexing untuk mengirimkan datagram, dari port menuju IP datagram. Karena itu UDP juga disebut sebagai connectionless-oriented protocol.

Proses Demultiplexing berbasis port pada UDP
Proses Demultiplexing berbasis port pada UDP

Format Datagram UDP
UDP datagram memiliki 16 byte seperti pada gambar di bawah ini:
Format Datagram UDP
Format Datagram UDP
Dimana :
  • Source Port : port yang digunakan untuk mengirimkan data.
  • Destination Port : port yang digunakan untuk tujuan data.
  • Length : panjang data paket keseluruhan
  • Checksum : 16 bit komplemen-1 dari pseudo-ip-header yang merupakan error check dari paket data
Pseudo IP Header – UDP
Pseudo IP Header – UDP

Aplikasi yang menggunakan UDP
Aplikasi yang menggunkan protokol UDP antara lain :
  • Trivial File Transfer Protocol (TFTP)
  • Domain Name System (DNS) name server
  • Remote Procedure Call (RPC) pada Network File System (NFS)
  • Simple Network Management Protocol (SNMP)
  • Lighweight Directory Access Protocol (LDAP)

3. Transmission Control Protocol (TCP)

TCP merupakan standar protokol dengan STD nomer 7. Spesifikasi TCP dapat dilihat pada RFC 793 – Transmission Control Protocol.

TCP memberikan fasilitas untuk aplikasi dibandingkan UDP, karena TCP memberikan error recovery, flow control, dan reliabilitas. TCP biasa disebut juga sebagai protokol berbasis connection-oriented.

Dua proses komunikasi menggunakan koneksi TCP disebut InterProcess Communication (IPC). IPC diilustrasikan seperti pada gambar di bawah ini:

InterProcess Communication (IPC)
InterProcess Communication (IPC)
Format Segmen TCP
Format TCP dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Format TCP
Format TCP
Dimana :
  • Source Port : 16 bit nomer port. Digunakan untuk menerima reply
  • Destination port : 16 bit nomer port tujuan
  • Sequence Number : nomwer awal data pada segmen
  • Acknowledge number : apabila ACK diset maka ini menjadi nomer urut data yang akan diterima
  • Data offset : nomer dimana bagian data mulai
  • Reserved : untuk kegunaan masa depan, diset 0
  • URG : mengaktifkan titik yang darurat pada suatu segmen
  • ACK : kolom acknowledge
  • PSH : fungsi push
  • RST : mereset suatu koneksi
  • SYN : untuk mensinkronisasi nomer urutan
  • FIN : batas akhir data
  • Window : nomer window untuk proses windowing
  • Checksum : nomer yang digunakan untuk mengecek validitas pengirim dan penerima
  • Urgent Pointer : menunjuk pada titik yang darurat pada suatu segmen
  • Options : digunakna untuk pilihan lain pada datagram
  • Padding : digunakan untuk membulatkan data pada bagian options

Interface Pemrograman pada aplikasi TCP
Fungsi yang digunakan pada komunikasi TCP antara lain :
a. Open : membuka koneksi dengan memasukkan beberapa parameter antara lain :
  • Actif / Pasif
  • Informasi soket tujuan
  • Nomer port lokal
  • Nilai timeout
b. Send : mengirimkan buffer data ke tujuan
c. Receive : Menerima dan mengcopy data kepada buffer milik pengguna
d. Close : menutup koneksi
e. Status : melihat informasi
f. Abort : membatalkan semua kegiatan send atau receive

Aplikasi yang menggunakan TCP
Hampir keseluruhan aplikasi jaringan menggunakan TCP, standar aplikasi yang menggunakan TCP antara lain :
  • Telnet
  • File Transfer Protocol (FTP)
  • Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
  • Hyper-Text Transfer Protocol (HTTP)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال