Kelemahan dari flip-flop S-R adalah bahwa untuk menyimpan nilai 1 atau 0, kita harus mengisi 1 pada S atau R. Konfigurasi alternatif untuk meny-impan nilai 1 atau 0 adalah dengan menggunakan flip-flop D seperti pada Gambar 4.8. Flip-flop D disusun dari flip-flop yang dipasangi pembalik antara masukan S dan R. Dengan demikian ketika detak bergerak naik, maka nilai pada jalur D akan disimpan.
| Gambar 4.8 Flip-flop D. Simbol C menunjukkan clock atau detak. |
Flip-flop biasa digunakan pada rangkaian yang mempunyai umpan balik dari keluaran kembali ke jalur masukan melalui rangkaian lain. Hal ini kadang-kadang menyebabkan keadaan flip-flop berubah lebih dari sekali dalam satu siklus detak. Untuk memastikan bahwa dalam satu siklus hanya terjadi 1 perubahan keadaan pada flip-flop, kita cegat kalang umpan balik dengan membentuk flip-flop tuan-hamba seperti Gambar 4.9.
| Gambar 4.9 Flip-flop tuan-hamba |
Flip-flop tuan-hamba berisi 2 flip-flop yang disusun berurutan dengan detak untuk flip-flop kedua dipasang pembalik. Flip-flop tuan akan berubah saat detak tinggi, tetapi flip-flop hamba tidak berubah sampai detak rendah. Dengan demikian diperlukan detak naik kemudian turun untuk memindahkan isi jalur D pada flip-flop tuan ke keluaran Qs pada flip-flop hamba. Simbol segitiga pada flip-flop tuan-hamba menunjukkan bahwa perubahan keadaan hanya terjadi pada saat detak berubah naik ( dari 0 ke 1) atau turun (dari 1 ke 0). Untuk konfigurasi seperti Gambar 4.9 berlaku bahwa perubahan terjadi saat detak turun (dari 1 ke 0).
Flip-flop picuan level keadaan berubah terus-menerus selama detka bernilai tinggi (atau rendah tergantung desain flip-flop). Flip-flop picuan tepi berubah hanya saat terjadi perubahan detak dari tinggi-ke-rendah atau dari rendah-ke-tinggi. Beberapa buku tidak memasang simbol segitiga pada masukan detak. Untuk membedakan antara flip-flop picuan level atau picuan tepi digunakan cara lain. Penggunaan simbol segitiga membuat tipe flip-flop menjadi jelas.