7.1. Pengetahuan Peralatan Kontrol
Seperti pada kasus TV, hi-fi, dan peralatan digital, harus dimengerti hal-hal yang mendasar dan beberapa aspek istimewa dari kendali dan instrumentasi industri jika diinginkan mencari kerusakannya. Semua kendali dan instrumentasi di industri memiliki dasar-dasar karakteristik yang sama. Seperti blok diagram yang ditunjukan dalam gambar 7.1, yang terdiri dari sebuah input, bisa sebuah sensor atau transduser, sebuah kendali atau bagian fungsional, dan sebuah output atau aktuator.| Gambar 7.1: Dasar Sistem Kendali |
Perlengkapan input memiliki beberapa karakteristik fisik seperti:
- Gerakan
- Temperatur
- Cahaya
- Kelembaban
- Tekanan udara
- Aliran air
- Perubahan kimia dsb.
Besaran fisik tersebut selalu diubah menjadi analog listrik dan alat yang melakukan perubahan tersebut dinamakan transduser. Contohnya: thermostat adalah alat pengatur panas, tachometer menyatakan kecepatan putaran, dan photo-cell mengubah variasi cahaya menjadi variasi arus listrik dll.
![]() |
| photo cell |
Dua sistem servo dasar adalah:
Sistem servo open-loop: sistem kendali tanpa ada feed back dari output ke inputnya. Contoh dari sistem openloop adalah kendali waktu lampu lalu lintas. Outputnya ditentukan hanya oleh waktu.
| Gambar 7.2: Contoh Sistem Open Loop |
Sistem closed-loop: sistem kendali dengan feedback dari output menuju ke input. Sebuah contoh dari sebuah sistem servo sederhana ditunjukan pada gambar 7.3 yang menggambarkan pengatur kecepatan yang konstan untuk beberapa jenis drum.
![]() |
| Gambar 7.3 Sistem Kendali Closed-Loop (Walter, 1983, 250) |
Potensiometer pengatur kecepatan digunakan untuk menentukan nilai referensi dari differensial amplifier (elemen control) yang mengendalikan motor. Dalam contoh ini, transdusernya adalah tachometer yang mana menghasilkan tegangan yang tergantung dari kecepatan drum. Selama output tachometer dan tegangan referensi adalah sama, tegangan konstan akan terus disupply ke motor. Jika drum menurunkan kecepatannya untuk beberapa alasan, penurunan output tachometer akan menyebabkan differensial amplifier mengambil arus lebih banyak pada motor yang mana akan cenderung untuk mempercepat drum hingga kecepatannya kembali pada level yang diinginkan. Elemen feedback disini dapat dipertimbangkan sebagai tachometer, sementara motor sudah jelas sebagai aktuator.
Jenis-jenis motor dan karakteristik operasinya dapat dilihat pada gambar dan tabel di bawah ini.
| Gambar 7.4 Model dan Tipe Motor |
Tabel 7.1: Karakteristik Operasi dari Model-Model Motor
REFEREN SI TIPE & GAMBAR | PERPU TARAN AWAL | KONTROL KECEPATAN | KARAKTERISTIK OPERASI | APLIKASI KHUSUS |
Paralel D.C. (A) | Menengah | Kontrol Tegangan atau Thyratron | Kecepatan teratur, daya konstan atau perputaran konstan | Pompa, ban berjalan, kumparan kertas dan kawat |
D.C Campuran (B) | Tinggi | Biasanya tidak digunakan | Keteraturan kecepatan dalam batas yang kecil, kecepatannya tinggi tetapi bergantian | Mengatur roda gaya |
Medan PM D.C. (C) | Rendah | Transistor atau tabung daya | Kipas angin, pendingin, peralatan yang beroperasi dengan baterai | |
Seri D.C. atau A.C. (D) | Sangat tinggi | Thyratron, resistor seri, reactor kejenuhan | Kecepatan dan efisiensi tinggi | Kendaraan, kran, peralatan tangan, kegunaan umum |
A.C. kapasitor awal (E) | Sangat tinggi | Reactor kejenuhan | Daerah control kecepatan terbatas ketika perputaran mendapat tegangan | Kompresor, pompa, pendingin |
Kerja kapasitor (mundur) (F) | Rendah | Biasanya tidak digunakan | Variasi kecepatan sangat besar dengan beban | Kipas angin, pendingin, pompa sentrifugal |
Phasa banyak (G) | Tergantung pada tipe yang digunakan | Reactor kejenuhan, Resistor karakteristik ke k | Tersedia dalam 6 kelas dalam karakteristik penampilan | Motor industri tujuan umum digunakan ketika sumber daya utama untuk mesin-mesin berat |
Penolakan awal , induksi bekerja (H) | Sangat tinggi | Biasanya tidak digunakan | Kenaikan arus awal tinggi | Pompa, kompresor, ban berjalan |
Kutub tertutup (I) | Sangat rendah | Biasanya tidak digunakan | Relative tidak efisien, tetapi harganya murah | Kipas angin, pendingin |
Servo (J) | Tinggi | Penguat daya, reactor kejenuhan | Control akurasi melewati lilitan control khusus | System posisi, computer |
Sinkron (K) | Rendah | Tidak ada | Kecepatan konstan tergantung pada jumlah dari kutub dan frekuensi garis | Jam, pewaktu, pendingin, kipas angina, kompresor |
Dimanapun ketidaksempurnaan motor perlu dicurigai. Kita tahu bahwa ohmmeter hanya memeriksa apakah lilitan open atau short. Sebagian dari lilitan yang short pada sebuah motor adalah sering muncul dan tidak dapat dicek oleh ohmmeter. Perlu diingat bahwa bagian listrik motor dapat rusak jika ada sesuatu yang salah pada bagian mekanik. Contohnya, jika batang motor bengkok, lilitan akan dengan mudah terbakar. Setelah motor, salah satu komponen yang paling banyak menggunakan peralatan elektro-mekanik dalam kendali industri adalah relay. Relay mempunyai variasi yang luas, yaitu konfigurasi, ukuran, dan rating daya kontak. Dalam mencek relay, kita hanya membutuhkan sebuah ohmmeter untuk menentukan apakah solenoid coil dalam keadaan short atau open dan apakah kontaknya putus atau tidak. Sebagai referensi, gambar 7.5 terdiri dari penyusunan kontak relay dan tata namanya. Beberapa relay hanya memiliki “normally open”, relay yang lain memiliki campuran. Beberapa relay beroperasi pada AC, beberapa juga beroperasi pada DC. Beberapa dari kontak relay adalah tipe “makebefore-break” dan beberapa relay lainnya menggunakan susunan kebalikannya. Kontak relay sendiri dapat diperbaiki, sekurang-kurangnya secara berkala. Ketika kontak relay sedikit berkarat, maka dapat dibersihkannya dengan ampelas. Karena relay bukan barang mahal, mengganti dengan relay yang baru adalah metode yang sering dilaksanakan untuk memperbaiki masalah.
| Walter, 1983, 253 |
| Gambar 7.5 Macam-Macam Kontak Relay dan Bentuk Relay. |
| Gambar 7.6 Tabel Elemen-Elemen Kendali Industri |
7.2. Pemeriksaan Sinyal Input Dan Output
| Langkah Pemeriksaan Sinyal Input Dan Output |
Cara pengukurannya sbb:
- Pengukuran sinyal input AC (keluaran dari transduser) lebih baik menggunakan osiloskop (impedansi tinggi) untuk melihat frekuensi, amplitudo dan distorsi serta tidak membebani rangkaian yang ada.
- Pengukuran sinyal input DC dari output transduser membutuhkan probe impedansi tinggi dan sebuah meter yang sangat sensitif (milivolt / mikrovolt).
- Mengukur sinyal output solenoid dan motor biasanya sekitar 5 sampai beberapa ratusan volt, yang dapat diukur oleh voltmeter standar. Untuk mengetahui apakah tegangan tersebut AC atau DC sesuai dengan motor berdasarkan tabel pada Gambar 3. Untuk menghasilkan gerak linier pada solenoid, membutuhkan pulsa AC atau DC.
- PhneumatiK dan hidraulik pada dasarnya merupakan keran udara atau zat cair dan gas yang dikendalikan oleh solenoid yang membuka / menutup (tak ada yang harus diperbaiki elektroniknya pada bagian ini).
PERHATIKAN
Jika tegangan yang tepat dimasukkan ke solenoid dan keran tidak bekerja, maka semua aktuator harus diganti.
7.3. Menggunakan Teknik SYMPTONFUNCTION (Gejala Fungsi)
- Keyakinan untuk menentukan dengan baik yang mana gejala dan yang mana fungsi.
- Troubleshooting sistem servo merupakan bagian yang sangat khusus.
Dalam perbaikan pesawat TV, gejalanya dapat dilihat pada layar atau didengar pada speaker. Dalam peralatan digital, gejala-gejalanya dapat ditentukan pada hasil akhirnya. Kesulitannya, ketika umpan balik diperhatikan, akan lebih sukar untuk menentukan mana yang gejala dan mana yang rusaknya. Contoh pertama diilustrasikan oleh gambar 7.7 sebagai tangki pencampur dalam pabrik pembuatan makanan.
| Gambar 7.7 Kendali Elektronik Untuk Sebuah Tangki Pencampur |
Kerja dari sistem ini adalah sbb:
- Ada dua cairan yang akan dicampur. Setiap cairan datang dari tangki penyimpan yang berbeda dan dipompa melalui pipa yang berbeda panjang dan diameternya kedalam tangki pencampur.
- Aliran cairan yang melalui pipa dikendalikan pada setiap kasus dengan keran yang dikendalikan oleh motor.
- Jika diinginkan untuk cairan yang sama dalam galon per menit dialirkan pada kedua pipa, output dari pada flowmeter 1 harus sama dengan output flowmeter 2. Sebuah pembanding sinyal dan bagian kontrol membandingkan kedua tegangan bersamaan untuk aliran dari cairan melalui kedua pipa.
- Jika tegangan dari flowmeter (pengukur aliran) menjadi besar, motor servo mendrive penguat yang tersambung kekatup driver motor no.1 akan mengaktifkan motor untuk memutar katup bagian bawah. Jika meter 2 menunjukkan keluaran yang berlebihan, katup yang dikontrol motor 2 akan dimatikan.
- Pengaturan spesifik level sinyal flowmeter maksimum dan minimum dilakukan oleh pembagi sinyal. Tanpa batasan, sebuah kenaikan dalam penguatan servo bisa menyebabkan katup yang digerakkan motor no.1 mematikan atau benar-benar menutup. Ketika ini dibandingkan dengan flowmeter no.2, penguat servo ini akan mematikan atau menutup katup no.2, dalam waktu singkat kedua katup dapat ditutup secara menyeluruh.
- Porsi pengaturan tegangan referensi elektronik , adalah sama seperti input kontrol kecepatan untuk penguat beda dalam gambar 7.3 , untuk mencegah menutup atau pembukaan katup yang berlebihan.
Kerusakan yang terjadi:
Driver motor katub no.1 mempunyai kecenderungan untuk menutup aliran dalam pipa setelah peralatan dioperasikan selama beberapa jam. Motor penggerak katub no.2 bekerja dengan baik.
Langkah-langkah yang dilakukan:
- Kesulitannya yaitu sirkuit yang mengendalikan aliran melalui pipa no.1. Karena kerusakan ini kedua pipa tertutup di ujungnya. Kita tidak bisa memeriksa output dari kedua flowmeter sejak tidak ada yang mengalir melalui pipa.
- Dengan mengaplikasikan fungsi gejala, kita bisa mengurangi kerusakan pada bagian pengendali pipa no.2. Ingatlah bahwa hanya penggerak motor katub no.1 yang memiliki kecenderungan untuk tertutup. Ingat juga bahwa kerusakan ini hanya terlihat setelah peralatan dioperasikan beberapa saat. Troubleshooter yang berpengalaman dengan segera mengidentifikasi masalah temperatur. Sebuah kerusakan yang biasanya hanya terlihat setelah periode kerja yang cukup.
- Pemeriksaan visual dari sirkuit pada pembanding sinyal dan alat pengendali, terutama motor servo yang mendrive amplifier, mungkin menyatakan overheat pada resistor atau petunjuk lainnya.
- Dengan memotong, kita bisa menghilangkan flowmeter 1 atau flowmeter 2 sebagai sumber kerusakan. Keduanya tidak akan panas dan bahkan jika salah satunya panas, hal ini tidak akan menyebabkan motor mendrive katup no.1 dan no.2. Kerusakan pada bagian tersebut akan menyebabkan kerusakan keduanya. Jika pembanding itu sendiri tidak seimbang, maka akan cenderung menutup salah satu valve dan membuka penuh valve lainnya. Kita sudah tahu bahwa motor yang mendrive valve no.2 bekerja dengan baik. Ini tidak terlihat seperti motor mendrive valve dengan sendirinya, sebuah kombinasi elektro-mekanik gagal dalam hal ini. Dalam berbagai hal, posisi dari valve dikendalikan oleh motor servo yang digerakan oleh penguat penggerak.
- Yang paling mungkin untuk dicurigai tanpa melakukan test lebih detail lagi yaitu penguat penggerak motor servo ke valve no.1.
Contoh kedua adalah sebuah alat pengendali ketebalan kabel seperti terlihat pada gambar 7.8 yang menunjukkan dalam bentuk skematik sederhana sebuah sistem kontrol ketebalan untuk mesin penarik kabel.
| Gambar 7.8 Sistem Pengendali Ketebalan Kabel |
Kerja dari sistem ini adalah sbb:
- Kabel ditarik melalui die menggunakan penggulung yang digerakkan oleh sebuah motor.Torsi dari motor ini dikendalikan oleh tegangan DC yang diperoleh melalui thyratron rectifier dari tegangan AC.
- Alat ukur ketebalan untuk mengukur kabel, timbul dari die yaitu diferensial transformator transduser dengan daya yang sama 60 Hz tegangan AC yang diberikan ke plat thyiratron. Amplitudo output AC dari transduser berbanding lurus dengan ketebalan kabel. Transduser mendrive amplifier sehingga melengkapi tegangan tembak pada thyratron.
- Jika kabelnya terlalu tebal, moving arm (lengan bergerak) dari transduser menarik inti besi menuju transformer, dan ini meningkatkan tegangan kontrol yang diberikan ke amplifier. Akibatnya ini meningkatkan tegangan kontrol grid dari thyratron dan juga jumlah tegangan DC yang diberikan ke motor, sehingga motor bisa memutar gulungan lebih cepat, dan ini membuat kabel lebih tipis.
- Sinyal referensi yang masuk ke kontrol amplifier adalah untuk menset ketebalan kabel yang diinginkan.
Langkah-langkah yang dilakukan:
Bagaimanapun, sistem tidak mengendalikan ketebalan kabel. Dapat disimpulkan bahwa thyratron dan kontrol amplifier harus bekerja dengan baik, ketika setting referensi mengubah kecepatan motor. Walau transduser kurang baik ataupun transduser tidak mendapat sinyal dari transformator.
- Kita tahu bahwa kerusakan mekanik lebih mudah daripada kerusakan elektronik, jadi yang pertama kita lihat yaitu fix arm dan moving arm dari transduser itu sendiri. Moving arm harus dapat bergerak bebas.
- Kenyataannya, kumpulan debu tampak pada batang moving arm sehingga hanya bisa digerakkan dengan tenaga yang cukup kuat (dengan obeng). Per yang berfungsi untuk mendorong moving arm ke atas mungkin telah kehilangan kekuatannya. Dalam keadaan tertentu, membersihkan batang moving arm dan mengganti per dapat menyelesaikan masalah ini tanpa pekerjaan elektronik sama sekali.
7.4. Pembatasan SIGNAL- TRACING
- Metoda Signal-Tracing kurang cocok dan tak dianjurkan diterapkan pada sistem servo loop tertutup karena akan menjadi rumit / lambat / kaku pemeriksaannya dan harus tahu betul diagram rangkaiannya.
- Harus tersedia peralatan ukur yang presisi karena harus dapat untuk mengukur bermacam-macam level tegangan dari yang sangat kecil (output transduser) sampai yang besar (output penguat) serta tak membebani rangkaian tersebut.
- Harus tersedia manual sistem tersebut serta data book dari komponen yang digunakan untuk melihat data input / output sebuah komponen.
- Lebih cocok untuk sistem loop terbuka, sistem digital, TV, HIFI dll. yang perubahan sinyalnya sederhana.
7.5. Menggunakan Teknik Resistansi Tegangan
- Jarang digunakan di dalam perbaikan instrumentasi dan kendali industri. Walaupun sudah diketahui bagian dari peralatan, bagaimanapun juga tidak boleh mengukur tegangan dan resistansi tanpa mempunyai data book yang sangat rinci dari pabrik, karena sistem kendali industri selalu memperlakukan tingkatan daya yang berubah-ubah. Ini berarti pengukuran tegangan hanya boleh ditampilkan dengan instrument yang berbeda.
- Sebelum memulai pengukuran, perhatikan secara seksama data manufakturnya untuk kondisi dimana seharusnya pengukuran dimulai.
- Pertimbangan terpenting yang lainnya adalah impedansi peralatan. Jika sudah ditetapkan pada data manufaktur, yakinkan bahwa meter mengikuti data yang ada pada data manufaktur untuk tidak makin membebani peralatan tersebut.
- Kebanyakan tranduser mempunyai impedansi yang rendah, tetapi ketika impedansi tinggi output menggunakan meter yang salah dapat mengurangi beban sirkuit. Hati-hati terhadap tranduser yang menggunakan bridge, jika anda menghubungkan meter yang impedansinya rendah pada bridge, maka sistem menjadi tidak stabil dan menghasilkan pembacaan yang salah (gambar 7.9).
| Gambar 7.9 Strain Gauge Bridge |
- Pengetesan bridge ini secara sederhana dengan mengukur resistansi DC pada setiap kaki biasanya bernilai 100 Ohm. Ketika bebannya maksimum maka akan ada penurunan kecil (2-3 Ohm) pada bridge dan ini akan sulit dideteksi oleh Ohmmeter, maka dengan menggunakan penguatan differrential amplifier dalam keadaan tanpa beban dan beban penuh perbedaaan sinyal output akan menunjukkan apakah bridge bekerja dengan baik atau tidak.
- Memang dalam teknik Resistansi-Tegangan tak banyak menggunakan peralatan ukur, hanya cukup sebuah multimeter saja. Tetapi disini harus dipilih sebuah multimeter yang sesuai dengan yang diinginkan.
- Penggunaan lain pada kendali industri adalah tegangan dan penguat daya. Intinya, sebenarnya ini sama jenisnya dengan penguat AC yang ditemukan pada penguat audio dan peralatan Hi-Fi. Untuk itu, maka saat ditemukan rangkaian kendali industri yang berisi penguat tegangan atau penguat daya, maka ketika dicoba dicari kerusakannya maka lakukan langkah-langkah seperti yang sudah dibahas pada Bab 6 pada buku ini.
7.6. Mencari Kerusakan Komponen
- Jika peralatan menggunakan penguat tabung (gambar 7.10), maka mengganti tabung satu persatu, merupakan langkah-langkah yang patut dillakukan, karena pada beberapa tabung elektron, pengetes tabung / tube tester tidak dapat digunakan.
- Beberapa dari tabung ini cukup mahal dan jika diganti dengan yang baru, kerusakan sirkuit atau rangkaian dapat menyebabkan tabung itu rusak lagi. Sebelum mengambil resiko, pertama-tama harus mengukur tegangan, setidaknya pada elemen pengendali pada tabung.
- Dalam sistem kendali industri, rangkaian elektroniknya dapat disambungkan pada modul PC (gambar 7.11) dan kemudian memungkinkan menggantikan seluruh modul. Karena peralatannya mahal, kebanyakan pabrik yang menggunakan kontrol elektronik juga menyimpan suku cadang termasuk supply dan modul PC.
- Sambungan-sambungan (soket) gambar 7.12 suku cadang sangat berguna untuk troubleshooting. Relay khususnya, sering disambungkan dengan soket, sehingga kapanpun dicurigai bahwa relay mengalami kerusakan, maka tinggal menggantinya.
- Jika tidak satupun bagian elektronik mengalami kegagalan, maka teslah kabel dan konektor dengan ohmmeter.
- Transformer lebih sering mengalami kegagalan dalam peralatan industri. Pastikan untuk mengecek lapisan, kabel dan isolasi atau daerah sekitar transformer.
![]() |
| Gambar 7.10 Peralatan Dengan Tabung |
![]() |
| Gambar 7.11 Sistem Komputerisasi |
| Gambar 7.12 Macam-Macam Soket |
7.7 Masalah Utama yang Ditemukan Dalam Kontrol
- Dalam sistem penyeimbang elektronik, strain gauge paling sering mengalami kegagalan.
- Dalam pabrik kimia, khususnya yang menggunakan bahan kimia yang dapat menyebabkan korosi / karat, maka kegagalan yang sering muncul adalah perkaratan pada komponen elektronik, koneksi, grounding.
- Dalam peralatan peredam panas, menggunakan tabung daya untuk membangkitkan energi yang dibutuhkan. Tabung ini memiliki keterbatasan umur sehingga menjadi sumber masalah yang sering muncul.
- Transduser mekanik lebih cenderung mengalami kegagalan daripada transduser photoelektrik. Kerusakan transduser temperatur relative jarang.
- Pada aktuator solenoid lebih sering gagal daripada motor, dan keduanya baik aktuator phneumatik maupun aktuator hidrolik sering mengalami kerusakan pada katubnya tapi bukan pada bagian solenoid. Kapanpun relay digunakan sering menjadi sumber masalah, karena relay mengendalikan arus yang lebih besar pada industri.
- Kerusakan mekanis lebih sering terjadi daripada kerusakan elektronik, karena getaran mekanik, gesekan, perkaratan, pengikisan, debu, hilangnya tekanan per dan efek lainnya yang merusaknya.
![]() |
| Gambar 7.13 Contoh Sistem Kontrol di Industri |
7.8. Metoda Terakhir Untuk TROUBLESHOOTING Kontrol Industri
- Catatlah, semua bagian yang telah diganti, semua perubahan yang telah dilakukan, dan semua pengukuran yang telah dikerjakan.
- Lihatlah terlebih dahulu manufacturer’s manual dengan teliti, lihatlah diagram blok yang asli, perhatikan lagi tiap fungsi dari peralatan, dan lihatlah bagaimana hubungannya dengan peralatan saat ini.
- Menyadari adanya kemungkinan bahwa salah satu modul pengganti adalah rusak juga, maka gantilah kembali setiap part pengganti dengan part sebenarnya, satu demi satu. Setelah semua dipasang, lakukan pengecekan kembali pada sistem apakah kerusakan masih ada atau pergantian part telah memperbaikinya.
- Dengan menggunakan manual book yang benar, buatlah pemeriksaan visual pada tiap bagian sirkuit pada tiap bagian dari peralatan (gambar 7.16). Lalu, periksalah apakah hasil test pada peralatan sama dengan spesifikasi yang ditunjukkan oleh manual hand book. Dengan test yang tepat, lihatlah apakah anda bisa menyamakan tiap tegangan dan nilai pengukuran yang ditunjukkan oleh manual book.
- Cobalah untuk mengatur kondi si test-load dan periksalah hasilnya kembali terhadap nilai pada buku manual. Jika peralatan beroperasi dibawah kondisi test-load, pastikan kondisi full-load berada di bawah kondisi yang sebenarnya juga.
- Ceklah kembali hubungan mekanik (gambar 7.17). Batang berputar dapat bergerak bebas saat tidak ada beban atau pada kecepatan rendah, tapi mungkin mengalami gesekan saat terdapat beban atau saat berputar pada kecepatan tinggi. Ingat kerusakan mekanik lebih mudah terjadi dari pada kerusakan elektronik.
- Periksalah tegangan power supply saat seluruh alat bekerja, seharusnya tak ada penurunan tegangan. Untuk sumber tengangan 117 Volt AC, batas terendah biasanya 105 volt dimana peralatan dapat bekerja pada tingkat ini. Unjuk kerjanya kurang baik dan kontrol akurasinya mungkin hilang karena tegangan referensinya tidak dikalibrasi.
- Mengidentifikasi setidaknya pada bagian mana kerusakan terjadi dan cobalah untuk mengisolasi komponen-komponen tersebut yang bisa menyebabkan komponen lainnya tidak bisa bekerja dengan baik (gambar 7.18).
- Mungkin kita perlu mengukur beberapa komponen seperti resistor dan kapasitor, dan memastikan bahwa nilainya masih tepat pada rangkaian-rangkaian penentu / teliti.
- Tidak peduli sesulit apapun sebuah pekerjaan trouble shooting, ingat bahwa peralatan sebelumnya bekerja dengan baik dan karena itu harus dapat diperbaiki. Jika seseorang dapat membuat peralatan tersebut bekerja, maka anda bisa membuatnya bekerja kembali.
Kesimpulan:
- Mencatat Apa Yang Telah Diganti.
- Gunakan Manual Book Yang Benar
- Tes kondisi alat.
- Pengecekan Ulang dan Pemeriksaan Tegangan Catu
- Pengukuran Untuk Identifikasi Kerusakan
- Bekerjalah Dengan Teliti.




