![]() |
| Panduan Perbaikan Pesawat Televisi |
Note : Silakan gunakan CTRL+F untuk melakukan pencarian cepat!
Substansi :
- REGULATOR STANDBY (TELEVISI MODE STANDBY) ADA SUARA "TIK-TIK" DAN SAAT TV DINYALAKAN KONDISI NORMAL KEMBALI.
- REGULATOR ADA SUARA NGERIK, TAPI GAMBAR TETAP NORMAL
- GAMBAR TIDAK FOCUS
- TERDAPAT LONCATAN / PERCIK API DI DALAM CRT
- BAGAIMANA AGAR CRT LEBIH BAIK?
- HAL-HAL YANG DAPAT MENYEBABKAN LAYAR TIMBUL FLEK (WARNA PELANGI)
- CARA MENGHILANGKAN FLEK (DEMAGNETISASI) LAYAR CRT (bagian 1)
- TAMPILAN GAMBAR DI MONITOR ADA GARIS GARISNYA
- TELEVISI DIHIDUPKAN TRANSISTOR HOT LANGSUNG RUSAK
- TELEVISI DIHIDUPKAN TRANSISTOR HOT LANGSUNG RUSAK
- TRANSISTOR HOT BERULANG KALI RUSAK SETELAH BEBERAPA LAMA HIDUP
- TRANSISTOR HOT PANAS
- GAMBAR ROBOH (TV BERWARNA)
- HOR TIDAK LINIER
- RASTER BAGIAN PINGGIR
- ADA BLOCK HITAM VERTICAL PADA BAGIAN PINGGIR RASTER
- GAMBAR MELIPAT PADA BAGIAN TENGAH ATAU ADA GARIS PUTIH VERTICAL DI TENGAH RASTER
- GEJALA KERUSAKAN DEFLECTION YOKE
- CARA MENGGANTI DEFLECTION YOKE
- AKIBAT DEFLECTION YOKE JIKA BUKAN ASLINYA
- RASTER HANYA NYALA 1 GARIS VERTIKAL DI TENGAH LAYAR
- MACAM-MACAM KERUSAKAN HVT
- TEGANGAN TINGGI BOCOR
- TEGANGAN TINGGI HV DROPS
- TEGANGAN TINGGI TIDAK KELUAR
- TEGANGAN FOCUS TIDAK KELUAR
- KUMPARAN PULSA AFT OPEN
- RASTER HANYA MENYALA 1 GARIS HOR
- MEMERIKSA CARA KERJA BAGIAN IC VERTICAL OUT (UNTUK MODEL RAMP.GENERATOR BERGABUNG MENJADI 1 DENGAN BAGIAN OSC. VERTICAL
- CARA MEMERIKSA BAGIAN VERTICAL OUT AMP (UNTUK MODEL RAMP.GENERATOR BERGABUNG DENGAN IC VERTICAL)
- CARA MEMERIKSA BAGIAN VERTICAL OUT (UNTUK MODEL RANGKAIAN YANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI I2 (BUS)
- BAGIAN VERTICAL OUT TIDAK BEKERJA
- CARA MEMERIKSA KERJA BAGIAN OSC.VERTICAL
- VERTICAL TIDAK PENUH
- VERTICAL TIDAK LINIER
- VERTICAL MELIPAT
- GAMBAR BERGETAR (GUNCANG) KEARAH VERTICAL, KETIKA VOLUME DIBESARKAN
- GAMBAR ADA GARIS PUTIH HORIZONTAL DIBAGIAN TENGAH LAYAR
- RASTER ADA BEBERAPA GARIS BLANKING PUTIH PADA BAGIAN ATAS RASTER
- GARIS VERTICAL NAMPAK MIRING (1)
- GARIS VERTICAL NAMPAK MIRING (2)
- TABEL FREKUENSI CHANNEL / KANAL
- Tiga Atribut Warna.
Hal ini dapat terjadi pada televisi yang menggunakan rangkaian voltage doubler pada bagian regulatornya, voltage seharusnya hanya bekerja pada saat tegangan AC input 110 volt tapi dalam problem ini, pada tegangan 220 volt doubler juga bekerja dan akibatnya tegangan DC 300 volt naik menjadi lebih dari 500 volt. Adapun langkah untuk memperbaikinya adalah sebagai berikut :
- cek tegangan DC 300 volt, apakah memang naik 500 volt lebih?
- jika benar, maka cek part - part pada rangkaian voltage doubler seperti elco kering, capasitor short, atau bisa juga zener bocor.
Hal ini terjadi dikarenakan switching regulatornya tidak mendapat pulse feedback dari HVT. Maka langkah memperbaikinya adalah sebagai berikut :
- cek jalur pulse pada HVT ke bagian regulatornya, kemungkinan ada part atau jalur yang putus.
Gejalanya adalah ketika control focus diatur namun tetap tidak ada perubahan (perbaikan), maka ikuti langkah reparasi berikut ini :
- Putar VR beberapa kali, sebab bisa jadi contact kurang baik (problem pada VR focus).
- socket CRT rusak (ada kebocoran dengan grounding ring)
- CRT rusak.
Kerusakan CRT semacam ini tidak dapat diperbaiki lag, kerusakan ini dapat disebabkan karena :
- tabung kemasukan udara lewat kaki-kaki pin CRT yang pembuatannya kurang sempurna.
- tabung retak
- ada Electrode yang lepas dari posisinya.
Prinsipnya jika control brightness, contrass dan colour dibuat secukupnya (jangan sampai over / maximum). Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan televisi :
- penempatan TV, layar CRT jangan langsung berhadapan dengan sinar yang kuat, seperti terik matahari, sinar penerangan pintu / jendela. sebab jika layar menghadap penerangan yang kuat, akan berakibat kontrol brightness, contrass dan colour menjadi perlu di setting pada mode maximum, ini akan memaksa CRT untuk bekerja maximum.
- jangan biarkan TV tetap hidup saat keadaan tidak ditonton, jika punya fasilitas auto shutoff, maka manfaatkanlah.
- posisi TV sering diputar-putar
- ada petir menyambar di dekat rumah,
- ada magnet atau peralatan yang mangandung medan magnet di dekat TV
- TV diletakan pada meja yang terbuat dari logam
- PTC (positor) solderannya retak atau coil degansing lepas dari connectornya.
- Jika flek tidak terlalu parah, dapat dilakukan automatic degansing yang sudah tersedia dalam Perangkat TV
- matikan TV dengan main switch atau mencabut AC lord PTC dingin dulu
- hidupkan kembali TV dan amati apakan flek masih ada?
- jika masih, maka coba ulangi hingga 2 atau 3 kali.
- jika belum hilang, maka gunakan langkah bagian (2).
- hal ini umumnya disebabkan kerusakan pada bagian power supply (riple terlalu besar)
- cek dengan CRO tegangan riple pada Elco 300 volt, normalnya tegangan riple sekitar 10 vp-p.
- tegangan riple melebihi 10 vp-p, bisa jadi nilai kapasitas elco menurun/menyusut, maka ganti saja Elco dengan yang baru (baik),
- jika elco 300 volt nilainya turun terlalu banyak (kering) dapat menyebabkan raster mengecil, ada garis-garis horizontal dan trafo switching berbunyi.
- gangguan dapat makin parah disertai suara ngerik dari trafo switching.
- jangan dipasang dahulu HOT / Horizontal OUT Transistornya, jika HOT dilepas maka tegangan B+ tidak mau keluar,
- cek apakah tegangan BT 110 volt normal? jika transistor horizontal tidak disupplay B+ tegangan akan naik.
- cek dengan osciloscop, apakah frekuensi HOR benar? dapat diperiksa bagian base atau colector transistor drive.
- jika hal ini terjadi maka akan menyebabkan transistor HOT rusak, jika oscilator menggunakan RC resonan, maka periksalah nilai R dan Coba ganti resonator keramiknya.
- cek resonance pada HOT. jika nilainya turun dapat menyebabkan transistor rusak.
- cek dioda - dioda pada rangkaian HOT
- (TV big screen) cek transistor pin cushion driver, jika transistor pin cushion open atau lepas, maka dapat menyebabkan transistor HOT rusak.
Kadang kita ragu untuk menghidupkan Televisi dengan problem seperti itu, sebab khawatir jika transistor akan rusak lagi, untuk menghindari hal itu terjadi, maka silakan lakukan dengan cara seperti dibawah ini :
- potong printed dari HVT ke colector transistor HOT
- pasang fuse 500 mAh (14 inch) atau 630/800 mAh (20 inch ke atas) antara kedua printed yang diputus tersebut.
- jika dihidupkan fuse tetap putus, berarti Televisi masih problem, maka lakukan langkah berikutnya yaitu :
- sediakan 5 buah resistor 20 ohm 20 watt
- psang semuanya secara seri
- sebagai ganti fuse, pasang resistor tersebut diatas
- hidupkan Televisi dan ukur tegangan outputnya dari HVT, misal tegangan terukur 180 volt.
- jika tegangan telah keluar kira-kira separuh tegangan normal, berarti problem sudah beres.
- cek elco decoupling filter pada supply horizontal driver umumnya mempunyai nilai 1 micro farad / 50 volt
- OSC HOR yang menggunakan sistem count down keramik resistornya mungkin akan rusak, maka ganti saja dengan yang baru
- OSC HOR yang menggunakan RC resonator, capasitor pada RL OSC mungkin rusak, ganti saja dengan yang baru.
- cek nilai capasitor resonance, mungkin nilai menurun
- mungkin juga tegangan B+ kadang naik, atau problem terdapaat pada daerah regulatornya, running Televisi sambil dimonitoring tegangan B+ nya dengan AVO meter.
- transistor pengganti berbeda atau palsu
- deflection yoke rusak, cek saja mungkin ada sedikit gosong
- ada komponen yang short sehingga ada pemakaian arus berlebihan pada tegangan-tegangan supply HVT
- jika terjadi pada TV Hitam putih, HVT rusak biasanya diikuti dengan tegangan 12 volt drops dan terdengar suara humming pada LS.
- adjust HOR hold
- cek rangkaian dual diode phase detector HFL
- periksa rangkaian pulse HVT ke AFC, cek nilai partnya.
- jika ada control hold, maka diadjust H hold.
- osc sistem count down, coba ganti keramik filter 500 kHz
- cek nilai resistor dan capasitor filter AFC / AFC-1
- ic OSC rusak, coba ganti
- jika IC menggunakan internal resonatornya untuk HOR osc.nya
- ganti X-tal 4.43 atau capasitor seri dengan x-tal tersebut.
- hal ini disebabkan frekuensi OSC berubah tidak tepat pada 15.625 Hz, jangan terlalau lama membiarkan TV hidup dalam keadaan ini, sebab mengakibatkan HOT rusak
- jika TV menggunakan RC OSC, maka ganti saja capasitornya
- jika TV menggunakan count down, ganti keramik resonatornya
- cek part-part pada pin-pin AFC, filter OSC HOR pada IC.
- cek tegangan supply B+
- jika menggunakan rangkaian boost up B+, cek elco, maka tegangan boost up
- TV big screen, atur pin cushion, jika tidak bisa, cek rangkaian pin cushion.
- cek capasitor resonance pada bagian HOR out amp. coba pasang paralel capasitor tambahan pada capasitor resonance pada bagian HOR OUT AMP coba apakah sekitar 1000pf atau jika belum penuh 2000pf, begitu seterusnya hingga penuh
- jika oscilator HOR menggunakan internal resonator, cek atau ganti x-tal dengan nilai 443 dan capasitor serinya.
- IC OSC rusak.
- jika bisa di adjust, silakan atur coil liniernya
- cek pemasangan coil linierity, mungkin terbalik
- cek coil linierity, mungkin terbakar
- TV big screen cek H lin dengan remote
- Transistor HOT palsu
- Deflection yoke bukan aslinya.
- deflection yoke rusak, ada sedikit rusak pada coilnya
- TV big screen, cek adjustment trapesium dan cek kerja bagian pin cushion.
- cek part-part rangkaian AFC.
- Transistor HOT tak asli
- Over Drive untuk transistor HOT cek part-part bagian HOR drive.
GEJALA KERUSAKAN DEFLECTION YOKE
- deflection yoke horizontal dilalui arus gigi gergaji sehingga sinar electron di dalam CRT melakukan scanning secara horizontal, resistansi kumparan HOR sangat kecil sehingga kerusakan pada kumparan HOR tidak dapat diperiksa dengan OhmMeter.
- deflection yoke short, menyebabkan bagian HOR OUT tidak bekerja dan tegangan B+ drops, jika kita mencurigai kerusakan pada yoke HOR, maka coba lepas connectornya, maka akan terlihat adanya bagian kumparan yang terbakar atau gosong.
- jika deflection yoke sedikit short, dapat menyebabkan bagian pinggir raster miring.
- sedang kalau deflection yoke open, maka akan menyebabkan 1 garis vertical.
- CRT, deflection yoke, dan PC magnet merupakan satu kesatuan untuk mendapatkan kualitas konvergen dan purity GAMBAR yang sempurna dan membentuk rangkaian resonansi bersama bagian HOR OUT, oleh karena itu jika mengganti deflection yoke harus sesuai dengan nomor partnya.
- HVT mengecil dan raster menyempit, dapat menyebabkan HOT rusak
- raster normal, tapi dinamik konvergen tidak bisa diadjust dengan baik sehingga gambar bagian pinggir layar tidak konvergen.
- raster tidak penuh HOR perlu penyesuaian dengan menambah paralel capasitor resonance pada bagian HOR OUT (100-2000pf).
- cek konektor deflection yoke, mungkin terlepas
- cek coil HOR deflection yoke, mungkin open
- cek hubungan dari HOR OUT ke deflection yoke
- capasitor S shope open.
- kumparan ada yang short sebagian
- pada TV berwarna menyebabkan transistor HOR OUT panas dan tegangan supply 12 volt drop, sedangkan pada TV HITAM PUTIH akan menyebabkan Transistor HOR OUT rusak.
- menyebabkan timbulnya corona (percikan bunga api) kalau dibiarkan, akan menyebabkan HVT rusak.
- karena dioda penyearah yang ada di dalam HVT rusak, dapat menyebabkan raster "bloming".
- disebabkan oleh kerusakan dioda penyearah tegangan tinggi di dalam HVT.
- disebabkan resistor driver VR atau dioda penyearah di dalam HVT rusak, gambar gelap.
- menyebabkan raster gelap.
- catu daya memberikan tegangannya ke seluruh bagian penguat
- tuner menerima signal dari antenna dan memperkuat serta mengubah frekuensi yang diterima menjadi signal IF (33.4 Mhz dan 38.9 Mhz) signal sub pembawa masih dibawa oleh signal If video.
- penguat IF dan detector berturut-turut memperkuat signal IF dan mendeteksi signal VIDEOnya, signal IF suara diahsilkan pula pada detector ini, setelah IF 33.4 Mhz dan 38.9 Mhz dicampur pada detector video.
- signal IF suara diperkuat oleh penguat IF suara dan didetekasi oleh detector FM
- penguat audio memperkuat signal audio dari hasil detector FM kemudaian signal audio diubah menjadi getaran suara oleh speaker.
- rangkaian AGC mengatur penguatan RF dan IF video, agar output signal audion tetap amplitudonya.
- signal video hasil deteksinya diperkuat dan dimasukan ke khatode CRT
- sebagian signal video dipisahkan pulsa sinkronisasinya
- pulsa sinkronisasi horizontal diberikan ke OSC HOR melalui AFC
- pulsa sinkronisasi vertikal memicu OSC vertikal agar sincron.
- signal pembelok vertikal dan HOR masuk ke kumparan deflection yoke dan juga kumparan konvergensi.
- signal sub pembawa melalui penguat band pass diambil dari penguat video.
- setelah proses demodulasi kroma oleh rangkaian kroma diperoleh signal (B-y) dan (R-y).
- bolam rangkaian matrik dihasilkan signal (G-y) dari signal (B-y) dan (R-y)
- signal y pada kathoda CRT dan signal (R-y), (G-y) dan (B-y) menghasilkan pengaruh berkas elektron antara kathoda dan grid sesuai dengan signal R, G dan B.
RASTER HANYA MENYALA 1 GARIS HOR
- cek posisi N-S switch (normal service switch)
- cek apakah bagian vertikal out telah bekerja?
- cek tegangan bagian input IC vertical out amp yang berhubungan dengan bagian OSC, jika tegangan tidak ada maka ada kemungkinan IC OSC rusak.
- cek apakan ada tegangan pada pin vertical out dari IC OSC? jika tidak ada kemungkinan IC vertical out rusak.
- cek hubungan antara IC vertical out dengan IC osc
- cek apakah sudah ada tegangan pada pin vertical feedback? ramp.generator, jika tidak ada cek par-part DC feedback.
MEMERIKSA CARA KERJA BAGIAN IC VERTICAL OUT (UNTUK MODEL RAMP.GENERATOR BERGABUNG MENJADI 1 DENGAN BAGIAN OSC. VERTICAL
- open pin input IC vertical out
- sentuh-sentuh dengan logam pin-input IC vertical out-amp, sambil mengamati raster
- jika garis putih nampak bergerak naik-turun, hal ini menunjukan bahwa bagian vertikal out secara keseluruhan sudah oke, jika garis tidak bergerak atau bergerak sedikit, berarti bagian vertical out amp. rusak.
CARA MEMERIKSA BAGIAN VERTICAL OUT AMP (UNTUK MODEL RAMP.GENERATOR BERGABUNG DENGAN IC VERTICAL)
- open hubungan antara IC OSC dengan IC vertical out
- amati raster kemudaian sentuh-sentuh input IC vertical out amp.
- raster harus muncul (membuka) sesaat setiap kali input disentuh, jika raster tidak muncul, berarti bagian vertical out belum bekerja.
CARA MEMERIKSA BAGIAN VERTICAL OUT (UNTUK MODEL RANGKAIAN YANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI I2 (BUS)
- open kedua pin inputnya
- jika garis vertikal belum nampak, naikan adjust moutn screen agar garis nampak
- dengan ohm meter posisi 1x sentuh-sentuh dengan ke-2 probe meter pada bagian 2 pin tersebut.
- garis harus bergerak naik turun
- jika garis tidak bergerak sama sekali, maka bagian vertikal out tidak bekerja.
BAGIAN VERTICAL OUT TIDAK BEKERJA
- cek tegangan supply VCC
- cek tegangan pada pin input IC vertical yang berhubungan langsung dengan IC OSC, jika tegangan nol berarti IC OSC Rusak atau DC feedback putus-putus
- cek tegangan pad pin-output IC vertikal out yang menuju ke deflection yoke. Tegangan normal adalah skitar 1/2 VCC, jika tegangan nol atau terlalu tinggi mendekati VCC maka kemungkinan IC rusak
- cek nilai resistansi kumparan vertical (V def.yoke) nilai normal sekitar 5 ohm jika nilainya nol berarti short
- cek hubungan konektor ke deflection yoke
- cek capasitor / elco couple pada bagian output periksa hubungan / solderannya
- cek resistor pada bagian output yang kearah ground nilai resistor ini sekitar 1 s/d 2.2 ohm
- cek dioda pump up, mengkin short.
- untuk IC vertical out gebung dengan ramp.generator, periksa part-part yang berhubungan dengan D1 feedback.
CARA MEMERIKSA KERJA BAGIAN OSC.VERTICAL
- Jika bagian vertical out belum bekerja atau rusak, dapatkah bagian OSC diperiksa tersendiri dengan OSC.
- model 1 (bagian ramp.generator bergabung dengan IC OSC)
- tidak bisa diperiksa dengan OSC, sebab jika vertical out belum bekerja, maka ramp.generator tidak mendapatkan tegangan DC feedback dan pin vertical out IC OSCnya tegangannya nol tidak memerlukan pulsa.
- model-model (bagian ramp.generator jadi satu dengan IC (vertical out)) dapat diperiksa dengan OSC cek pin vertical out, OSC vertical akan mengeluarkan pusa-pulsa triger.
- model-model (yang punya 2 output) dapat diperiksa dengan OSC cek pada pin vertical out (1) dan vertical out (2), satu pin mengeluarkan pulsa gigi gergaji dan pin lainnya juga mengeluarkan pulsa gigi gergaji yang lebih kecil yang phasanya berlawanan.
- cek adjustment V size atau V hight
- cek Nilai Elco couple output yang ada pada yoke kearah ground, mungkin nilainya turun, coba pasang paralel dengan elco lain yang nilainya sama.
- cek nilai resistor pada bagian output yang berhubungan dengan yoke kearah gnd. (sekitar 0.22 hingga 2.2 ohm)
- cek tegangan supply VCC vertical out amp, mungkin drops karena elco filternya kering.
- cek contol size 50/60 dan rangkaiannya
- cek par-part DC feedback
- cek part-part pada bagian ramp.generator
- IC atau Transistor Vertical Amp. rusak, ganti.
- cek Adjustment V in
- cek nilai komponen yang berhubungan dengan AC/DC feedback (umumnya ada nilai resistor yang membesar)
- cek nilai part-part pada bagian ramp.generator.
- cek tegangan supply VCC IC vertical out
- cek hubungan dan nilai part yang berhubungan dengan AC/DC feedback (umumnya nilai resistansinya membengkak molor)
- cek nilai part pada ramp.generator
- IC Vertical out rusak. ganti.
- Hal demikian berhubungan dengan supply VCE sound amp linier tegangan supply IC OSC. sedikit goyang naik turun ketika IC sound amp. menyedot arus yang besar.
- cek rangkaian pada bagian power supply IC OSC. yang punya hubungan dengan IC sound amp. umumnya disebabkan ada dioda yang bocor.
- cek elco filter untuk tegangan supply IC oscilator.
- cek adjust tegangan B+ apakah sesuai dengan datasheet, mungkin tegangan sedikit over.
- cek part-part bagian ramp.generator
- ganti IC OSC.
- jika rangkaian menggunakan system 1 macem power supply, cek tegangan supply tegangan tingginya,
- cek tegangan supply rendah, mungkin drops (ada elco filter yang kering)
- ganti IC vertical out
- untuk TV yang vertical outnya mempunyai system 2 input / memakai technologi I2 (bus) cek adjustment vertical centernya.
- Jika terjadi pada TV biasa, disebabkan oleh posisi deflection yoke kurang benar, putar sedikit deflection yoke.
- jika terjadi pada TV layar lebar, hal ini disebabkan karena perbedaan magnet bumi di tempat produksi dengan tempat pemakaian TV.
- pada TV tertentu kadang dibelakang covernya dijumpai switch E-W untuk memperbaiki cacat ini, apakah ada switch? demikian, jika ada, maka adjust deflection yoke.
- pada TV big screen yang dilengkapi dengan "automatic N-S corector", maka dapat memperbaiki cacat ini secara otomatis.
NO. | GEJALA KERUSAKAN | PART SELECTION |
1 | TV mati total | Tegangan jala-jala atau regulator switching |
2 | Terdengar suara desis & getaran | FBT, transistor HOT |
3 | TV mati, indicator menyala | Regulator, rangkaian HOR, dioda pembatas. |
4 | Suara baik, raster tidak ada | Fly back transformer, cathode CRT, penguat video |
5 | Gambar gelap | Tegangan anoda CRT terlalu rendah, rangkaian deflection HOR, catu daya |
6 | Raster 1 grs. HOR | HOR osc, rangkaian deflection VER |
7 | Shincronisasi HOR buruk | Rangkaian HOR ( bagian elco yang sudah kering) |
8 | Gb. Tergeser HOR | Signal video tercampur dg in put AFC, elco kering, dioda bocor, AGC |
9 | Gb. Tergeser VER | Rangkaian integrator ( VER osc ), capasitor keramik yang bocor. |
10 | Shincronisasi VER buruk | Integrator, Osc VER |
11 | Gb. Kurang tinggi | Deflection VER, deflection yoke, catu daya |
12 | Gb. Terlalu tinggi | Deflection VER, deflection yoke, catu daya |
13 | Penyusutan Gb. Atas & bawah | Rangkaian deflection VER, kumparan deflection VER |
14 | Gb. buruk | System antena TV rusak, rangkaian penguat frekuensi tinggi |
15 | Contras Gb. rendah | Rangkaian IF video, AGC mixer, Video ampli |
16 | Muncul grs. miring | Shincronisasi HOR |
17 | Gangguan warna | Rangkaian demodulasi warna, penguat demodulasi warna |
18 | Gangguan suara | Rangkaian audio IF, detector Video, rangkaian HF |
Referensi Kerusakan Pesawat Televisi
Bagian Vertical : jika frekuensinya kurang dari 50Hz, maka Gb akan berjalan keatas. Sebaliknya jika frekuensi lebih dari 50Hz, gambar akan berjalan kebawah. Rangkaian Horizontal : jika frekuensi HOR lebih dari 15.625Hz maka gb akan seperti ini :
![]() |
| Frekuensi HOR |
TABEL FREKUENSI CHANNEL / KANAL
No. Kanal | Jalur Frekuensi | VHF |
2. | 47 – 54 MHz | LOW |
3. | 54 – 61 MHz | |
4. | 61 – 68 MHz | |
5. | 174 – 181 MHz | HIGH |
6. | 181 – 188 MHz | |
7. | 188 – 195 MHz | |
8. | 195 – 202 MHz | |
9. | 202 – 209 MHz | |
10. | 209 – 216 MHz | |
11. | 216 – 223 MHz | |
12. | 223 – 230 MHz |
Contoh :
ch3 = pembawa gambar fo = 55.25 MHz dan pembawa suara fA = 60.75 Mhz
Band UHF = 590 - 770 MHz, agar dapat menerima ch3, maka osc lokal berisolasi pada
ch3 = pembawa gambar fo = 55.25 MHz dan pembawa suara fA = 60.75 Mhz
Band UHF = 590 - 770 MHz, agar dapat menerima ch3, maka osc lokal berisolasi pada
fosc = (55.25 + 38.9) = (60.75 + 33.4)
94.15 MHz = 94.15 MHz
![]() |
| Karakteristik Respon Frekuensi Gambar TV |
Tiga Atribut Warna
- Hue (dibaca hiu) = kepekaan berbeda terhadap warna RGB.
- Haraa = kepekaan terhadap kuat cahaya atau luminasimis, merah terang / merah gelap.
- Kroma = kepekaan terhadap kemurnian warna (saturasi / kepenuhan) contoh : biru cerah atau biru suram.
![]() |
| Tiga Atribut Warna |





sama-sama gan, :D
BalasHapusOke sama - sama gan
BalasHapusAmin, ya robbal alamin
BalasHapusHallo ALQ Syaina,
BalasHapusSenang tulisan ini bisa bermanfaat,
Sama-sama..
Hallo Anonymous, sukurlah kalo begitu.. :D
BalasHapusOke mas Sugiarto W, sama - sama
BalasHapusHii Varit A. "Tv mati, lampu indikator berkedip"
BalasHapusUntuk kerusakan yang ini biasanya regulator power suplay bekerja tetapi tegangan B+ nya naik turun. kerusakan bisa disebabkan oleh TR horizontal jebol, fbt rusak / konslet, IC vertical rusak dan untuk mengetahui kerusakan perlu dilakukan pengecekan secara khusus.
Hii Eddy G.
BalasHapusMonitor Blank dengan warna putih polos di layar dengan sedikit pelangi di bawah.
Kerusakan ini disebabkan oleh solderan IC vertikal yang retak. Dan kerusakan seperti ini tidak hanya terjadi di monitor Samsung S-series saja, tapi pada monitor merk lain juga banyak terjadi kasus ini.
Hii Susi S. Kalau warna kadang-kadang hilang, periksa apakah dekat Crystal 4.43361875MHz ada VC (Variable Capacitor) ? Kalau ada, coba setel. Kalau tidak ada, coba solder ulang atau ganti Crystalnya.
BalasHapusHii Rifqy N, untuk kemudahan dalam menggunakan panduan diatas silakan gunakan CTRL+F untuk melakukan pencarian dengan topik "garis", selebihnya silakan seleksi berdasarkan kasus yang sedang Anda alami, terimakasih and good luck
BalasHapusGan saya pake televisi ichiko.sedang menyala terjadi turun tegangan saya matikan tv nya pas saya nyalakan kembali tv tak mau nyala,kira2 apa yang rusak yach???mohon bantuannya terima kasih
BalasHapusHallo Robby, Ooo gampang itu, biasanya komponen yang paling bekerja khusus antisipasi semacam ini adalah fuse, silakan check fuse bagian power supplynya gan.. bisanya sudah putus,, silakan bisa diganti.. good luck
BalasHapusHallo Robby S.P.
BalasHapusOoo, kalo ini mah gampang gan, ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi :
1. sekring power putus
2. transistor pada power switching open, hal ini terjadi dikarenakan tegangan sumber breakdown, konsep pengamanan ini disebut dengan safe operating area (SOA) yang paling sering diterapkan pada rangkaian power. Kasus seperti ini sering saya temui pada rangkaian power Playstation, maka cara mengatasinya adalah kosongkan tegangan yang ada pada Elco dengan cara menyambungkan kaki (+) ke GND tentunya gunakan resistor agar tidak terjadi bunga api.
Hallo Beibh N.N.
BalasHapusPada kasus agan, silakan lakukan pengetesan sebagai berkut :
1. Pada saat TV dinyalakan dan indikator TV sedang Standby, tekan tombol pemindah channel pada TV, jika TV nyala, maka kondisi TV Normal.
2. Lakukan pengecekan pada remote agan, caranya gunakan kamera hp agan untuk melihat reaksi pada sensor remote, tekan sembarang tombol pada remote, maka jika sensor nyala (berkedip) kondisi remote normal, namun jika sebaliknya (berarti ada kemungkinan kalo gak battre remote habis atau remote sudah rusak.
3. Jika kondisi remote normal tapi TV tidak merespon, maka ada kemungkinan kerusakan pada sensor di TV agan, maka silakan lakukan pengecekan lebih lanjut.
Trimakasih
Lakukan pengecekan mulai dari Kabelnya gan, :
BalasHapus1. Apakah ujung jack AC pada kabel power TV agan hubung singkat (short)? jika ya, ada kemungkinan kabel agan rusak entah tertindih benda padat atau ada bagian terbakar hingga merobek isolator antara GND dan FASA
2. Untuk memastikannya lepas soldiran kabel Power dari Board (pcb) TV, jika ternyata kabel tidak hubung singkat, maka kabel power normal.
3. jika kabel power normal, maka yang perlu kita curigai adalah Blok Diagram Power Supply-nya, rata-rata kerusakan power supply ada pada Dioda, IC Reg, atau Elco, untuk memastikannya silakan lakukan pengecekan lebih lanjut.
Terimakasih,
Apakah saat TV dicolok, disertai dengan perangkat elektronik lainnya juga sedang digunakan? seperti lampu, kulkas, dll., Jika seperti itu, maka kemungkinan besar kebutuhan Daya Rumah Tangga Anda perlu diUpgrade.
BalasHapusInfo selengkapnya tentang perubahan daya ada disini :
http://www.pln.co.id/pbpd/PD.php
Tv merk SANYO DYNAMIC model CG25ST5, IC Chroma OXXAVB241-M, IC MICOMnya M37221M8-115SP dengan kerusakan pada gambar disertai suara distorsi. Lakukan pengecekan pada elco tegangan 12 volt no pcb c655 nilai 470uF/16c (replace dengan yang baru).
BalasHapusHalo Taufiq, silakan gunakan bantuan CTRL+F untuk mencari dan menyeleksi langkah perbaikan yang ada di postingan ini, good luck
BalasHapusterimakasih,
Silakan cek bagian ini >>
BalasHapus-> Transistor HOT tak asli
-> Over Drive untuk transistor HOT, cek part-part bagian HOR drive
Dengan gejala seperti itu, maka ada 2 kemungkinan terjadi :
BalasHapus1.TEGANGAN FOCUS TIDAK KELUAR
-> disebabkan resistor driver VR atau dioda penyearah di dalam HVT rusak, gambar gelap
2.KUMPARAN PULSA AFT OPEN
->menyebabkan raster gelap.
Dengan gejala seperti itu, maka ada 2 kemungkinan terjadi :
BalasHapus1.Suara normal,tetapi tidak ada gambar/gelap saJa,
->kemungkinan rusak bagian Backligt (balancer,ccfl/led)
2.Suara normal,tetapi layar polos/putih.
->kemungkinan rusak bagian panel/Logic control,atau mainboard.
Gejala indikator nyala tapi TV Mati, silakan cek bagian ini :
BalasHapus->Regulator
->rangkaian HOR
->dioda pembatas
Gejala TV dinyalakan lalu mati lagi, ada kemungkinan bahwa lemahnya catudaya untuk B+ travo osilator HOR atau travo yang mensuplai tegangan basis Transistor HOR. Ganti elco 10uf63V atau 47uf63V dengan elco yagn lebih besar, misal 47uf160V
BalasHapusDengan gejala seperti itu, ada beberapa kemungkinan diantaranya :
BalasHapus->Solderan pada tranfo tegangan tinggi ada yang kurang kontak
->kerusakan pada ic Inverter driver sendiri
Itu kemungkinan ic vertical LA 78040 short, silakan bisa dicek
BalasHapusBisa jadi gan, sebab kebanyakan elco yang digunakan pada block penguat gambar itu digunakan sebagai coupling (filter)
BalasHapusTambahannya adalah, untuk memastikan bahwa konduktor bekerja dengan baik, maka lakukan resoldering pada daerah komponen aktif dan berpotensi menghasilkan panas, seperti IC atau Dioda.
Kemungkinan rangkaian integrator ( VER osc ), capasitor keramik yang bocor
BalasHapusKerusakan seperti ini bisa disebabkan karena terjadi tegangan naik/turun derastis (pemadaman PLN) Silakan cek bagian ini mas:
BalasHapus->Regulator
->rangkaian HOR
->dioda pembatas
->protector vertical seperti Q501
Jika sekiranya perlu panduan service manual TV SHARP, silakan bisa download di sini:
MANUAL SERVICE BOOK
silakan cek tunernya, kemungkinan besar kerusakan ada pada tuner.
BalasHapuskemungkinan besar itu perlu resoldering gan, biasanya banyak path-path yang mengalami korosi atau rapuh, dan itu mengakibatkan konduktansi menjadi intermitten, .. coba aja di soldering ulang gan, pada bagian-bagian yang sekiranya perlu, begitu, terimakasih.
BalasHapusamin ya Robbal Alamin, terimakasih mas BURHAYA AYA, monggo silakan dengan senang hati
BalasHapusGejala gambar tidak penuh:
BalasHapus->cek tegangan supply B+
->jika menggunakan rangkaian boost up B+, cek elco, maka tegangan boost up
->TV big screen, atur pin cushion, jika tidak bisa, cek rangkaian pin cushion.
->cek capasitor resonance pada bagian HOR out amp. coba pasang paralel capasitor tambahan pada capasitor resonance pada bagian HOR OUT AMP coba apakah sekitar 1000pf atau jika belum penuh 2000pf, begitu seterusnya hingga penuh
->jika oscilator HOR menggunakan internal resonator, cek atau ganti x-tal dengan nilai 443 dan capasitor serinya.
->IC OSC rusak.
Gejala semacam itu bisa dibilang intermitten, artinya kadang normal kadang tidak, dan menurut saya suara keras itu mengakibatkan getaran dan getaran itu bisa mempengaruhi komponen-komponen atau part-part yang menalami korosif atau kropos.
BalasHapusKarena hal itu berakibat mati total, maka saran saya cek aja dulu semua blok rangkaian yang berhubungan langsung dengan output power supply, dan terakhir power supply, kemungkinan perlu resoldering.
Hii YUNI KURNIYA
BalasHapusItu karena Antennanya kurang bisa menangkap frekuensi yang dipancarkan oleh stasiun tv Indosiar, karena setiap stasiun tv memiliki BTS di beberapa daerah/wilayah, maka saya kira itu ada 2 kemungkinan:
1. Di daerah Anda jauh dari BTS Indosiar
2. Antena tv Anda tidak bisa menangkap frekuensi indosiar secara tepat
Saran saya, gunakan Antena otomatis yang bisa secara autonomus berputar 360* untuk melakukan scanning frekuensi pada saat TV kita setting pencarian channel.
Gangguan warna:
BalasHapusCek Rangkaian demodulasi warna, penguat demodulasi warna
Cek Blok Rangkaian Vertical:
BalasHapusjika frekuensinya kurang dari 50Hz, maka Gb akan berjalan keatas. Sebaliknya jika frekuensi lebih dari 50Hz, gambar akan berjalan kebawah.
Gejala gambar sudah ditunjukan pada postingan di atas.
Kalo Gambar bagus brarti sinyal telah didemodulasi dengan baik, hanya saja ada yang gak beres untuk penguat audionya setelah dipisahkan melalui proses demodulasi, silakan cek pada bagian berikut.
BalasHapusGangguan suara:
Rangkaian audio IF, detector Video, rangkaian HF
Dimungkinkan karena dioda penyearah yang ada di dalam HVT rusak, dapat menyebabkan raster "bloming"
BalasHapusKalo Gambar bagus brarti sinyal telah didemodulasi dengan baik, hanya saja ada yang gak beres untuk penguat audionya setelah dipisahkan melalui proses demodulasi, silakan cek pada bagian berikut.
BalasHapusGangguan suara:
Rangkaian audio IF, detector Video, rangkaian HF
Ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi:
BalasHapus1. sekring power putus
2. transistor pada power switching open, hal ini terjadi dikarenakan tegangan sumber breakdown, konsep pengamanan ini disebut dengan safe operating area (SOA) yang paling sering diterapkan pada rangkaian power. Kasus seperti ini sering saya temui pada rangkaian power Playstation, maka cara mengatasinya adalah kosongkan tegangan yang ada pada Elco dengan cara menyambungkan kaki (+) ke GND tentunya gunakan resistor agar tidak terjadi bunga api.
TV mati, indicator menyala:
BalasHapusCek Regulator, rangkaian HOR, dioda pembatas.
Jika ada suaranya tapi gambar tidak ada:
Cek Fly back transformer, cathode CRT, penguat video
Kemungkinan kerusakan:
BalasHapus->short salah satu pin rgb tabung dengan g1
->komponen pcb blok rgb tabung
->bagian abl, 180v, rgb
Cek tegangan di pin R dan G tabung = 200v, di pin B = 40v (karena blanking biru, biasanya yang troble di pin B nya)
Copot pcb blok rgb, mesin dihidupkan, pin B = 40v, berarti ada salah satu komponen di bagian Blue blok rgb ini yang rusak
Tansistor RGB ini bila dicek dengan avo masih normal, tapi jika dipasang tetep error, karena kerusakan ada pada karakteristik tegangan kerja atau melebihi batas toleransi pabrikan, jadi saran saya ganti saja dengan yang baru.
Ganti komponen Crystal yang ada di Blok Penguat RGB, karena karena parameter komponen tersebut adalah frekuensi, sehingga tidak dapat dicek dengan multitester. Jadi langsung ganti saja, dan lihat reaksinya.
BalasHapusSepertinya IC Utamanya (Mikroprosesor/Mikrokontroler) perlu di Re-Program pak
BalasHapusHii UDIN NURDIN, di atas sudah ada jawaban untuk gejala yang sama seperti yang Anda alami, jadi silakan bisa di simak baik-baik komentar demi komentar. Tips-nya Gunakan CTRL+F dan ketikan keyword gejalanya.
BalasHapusTerimakasih,
Halo 19COMPANY, sebelum mengutarakan pertanyaan, mohon kesediaannya untuk membaca, mencermati, dan menyimak terlebih dahulu, apakah muatan pertanyaannya memang betul-betul belum tersedia. Karena terus terang jawaban untuk pertanyaan Anda sebenarnya sudah cukup banyak tersedia di halaman ini, baik di Postingan, atau di komentar pengunjung lain.
BalasHapusatas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih
Gunakan langkah troubleshooting yang berjudul "AKIBAT DEFLECTION YOKE JIKA BUKAN ASLINYA" gunakan CTRL+F untuk melakukan pencarian cepat.
BalasHapusterimaksih
Seperti gejala Penyusutan Gb. Atas & bawah. Identik dengan karakteristik gejala elco kering.
BalasHapusCoba perhatikan bagian Rangkaian deflection VER dan kumparan deflection VER. Dan jangan lupa juga untuk selalu mencermati elco dengan kapasitas dan tengangan tinggi apakah ada keanehan seperti kering atau kekurangan cairan elektrolit.
gan mau tanya..saya punya tv LG tapi gambarnya hilang kurang jelas kira kira apanya yg rusak ya gan.thanks
BalasHapusMohon maaf, dengan terpaksa komentar untuk postingan ini kami tutup sampai disini, dikarenakan telah mencapai ambang batas maksimum, sehingga membuat halaman ini berat untuk dimuat.
BalasHapusBagi member atau pengunjung yang ingin mengajukan pertanyaan, saya persilakan untuk dituangkan saja di FORUM DISKUSI kami:
forum.gatewan.com
Mohon maaf, dengan terpaksa komentar untuk postingan ini kami tutup sampai disini, dikarenakan telah mencapai ambang batas maksimum, sehingga membuat halaman ini berat untuk dimuat.
BalasHapusBagi member atau pengunjung yang ingin mengajukan pertanyaan, saya persilakan untuk dituangkan saja di FORUM DISKUSI kami:
forum.gatewan.com
Mohon maaf, dengan terpaksa komentar untuk postingan ini kami tutup sampai disini, dikarenakan telah mencapai ambang batas maksimum, sehingga membuat halaman ini berat untuk dimuat.
BalasHapusBagi member atau pengunjung yang ingin mengajukan pertanyaan, saya persilakan untuk dituangkan saja di FORUM DISKUSI kami:
forum.gatewan.com
gan mau tanya kalo tv normal tp gambar tidak muncul tp layar nyala suara normal hanya gambar tidak muncul.. kira2 kerusakan bagian ap nya ya.. tolong bantuan nya gan makasih..
BalasHapusOke, sama - sama gan
BalasHapuskagak bos
BalasHapussepertinya ada magnet di deket situ gan
BalasHapusPada umumnya komponen yang biasa mudah rusak adalah trafo flyback, transistor horizontal dan kapasitor, penjelasan selengkapnya tentang hal ini, silakan simak DI SINI
BalasHapusPada umumnya komponen yang biasa mudah rusak adalah trafo flyback, transistor horizontal dan kapasitor, penjelasan selengkapnya tentang hal ini, silakan simak DI SINI
BalasHapuskemungkinan itu female jack audionya (hostnya) ada yang short dengan ground mungkin sudah cacad karena efek congkel2x. Jadi intinya ganti aja female jack audionya / hostnya / lubangnya, beli di toko elektronik pasti ada tuh. atau kalo gak punya alatnya bisa serahkan saja pada ahlinya teknisi TV, paling gak nyampe 50rb beres tuh.
BalasHapusSeperti gejala komponen usang atau timah solder korosif, cek dan telusuri aja bagian blok sensor dan kontrol menuju ke microprosesor. amati daerah yang berpotensi kena kalor tinggi. Kalo ada silakan resoldering atau ganti komponen usang tersebut.
BalasHapusBos mohon info klau tv led dipasang secara vertikal, ada pengaruhnya ke usia tv tsb.
BalasHapusHalo bos BUDI ARDI, gak ada bos, gak ada pengaruhnya, mau dipasang jungkir balik tak masalah yang penting gak kena benturan aja bos.
BalasHapuslain halnya jika di dalam tv led tersebut include Hard Disc, maka itu yang gak boleh di jungkir balik.