![]() |
| Perbedaan Akulturasi, Asimilasi dan Inovasi |
Contoh Akulturasi
1.Wayang Potehi
Kesenian ini mirip wayang golek (wayang kayu), namun cerita yang ditampilkan berasal dari legenda rakyat tiongkok, seperti Sampek Engthay, Sih Djienkoei, Capsha Thaypoo, Sungokong, dll.
2.Budaya Blasteran Cina-Indonesia
Tak hanya etnik saja yang sudah berakulturasi, aspek lain juga ikut berakulturasi, misalnya makanan.
Contoh: Lunpia semarang, isi utamanya adalah irisan kulit rebung sedangkan lunpia yang dari China isi utamanya mihun.
Contoh Asimilasi
Ayah Ucok berasal dari daerah Madura dan ibu Ucok dari Betawi. Perbedaan daerah asal kedua orang tua Ucok menimbulkan perbedaan budaya (perbedaan bahasa, kebiasaan, atau adat istiadat) diantara keduanya. Namun dengan berjalannya waktu, orang tua Ucok dapat menyesuaikan diri dan saling bertoleransi sehingga tidak menimbulkan konflik atau permusuhan.
Contoh Inovasi
- Penemuan pesawat terbang yang ditemukan oleh bangsa Eropa pada abad ke-19, hasil inovasi tersebut telah menyebar ke berbagai negara, bahkan ke Indonesia.
- Penemuan mesin cetak sehingga pelajaran bisa dituangkan dalam buku akibatnya pendidikan yang dulunya hanya untuk masyarakat kelas atas kini bisa diraih oleh semua kalangan masyarakat.
Perbedaan Antara Akulturasi, Asimilasi dan Inovasi
Akulturasi sama tapi beda dari segi unsur kebudayaan, sedangkan Asimilasi beda karena hilangnya unsur keaslian budaya asalnya sebab faktor tertentu seperti pengaruh budaya asing atau karena toleransi terhadap budaya asing sehingga melunturkan budaya asalnya, sedangkan Inovasi merupakan perbedaan mainset setiap individu maupun kelompok sehingga menghasilkan suatu karya yang bermanfaat dan bisa diterima oleh kebanyakan budaya.
