Teknologi Virtual Reality 3D Mengubah Industri Konstruksi

Desain virtual reality 3D merupakan rekayasa grafis yang menakjubkan dan saat ini sedang berkembang cepat. Saya baru-baru ini bertemu dengan beberapa orang dari Amerika dan Eropa yang sangat luar biasa, mereka sangat maju, berpikir dengan virtual reality 3D pada sistem transportasi BIM dan Augmented Reality. Berikut snapshot yang saya lihat.

Virtual Reality 3D
Virtual Reality 3D

Transportasi Sistem BIM (Building Information Modeling)

Saat di Washington, DC, beberapa minggu yang lalu, kebetulan saya juga menjadi pembicara pada pertemuan perusahaan – perusahaan besar dan memiliki kesempatan untuk melihat presentasi yang sangat menarik tentang pembangunan Jembatan San Francisco Bay.

Biaya konstruksi diperkirakan sekitar $ 7000000000 (ya, miliar). Nilai yang mengejutkan, tapi ada empat perusahaan konstruksi besar yang bekerja pada proyek itu.

Salah satunya adalah Caltrans, yaitu perusahaan dengan kru scanning yang solid, progressnya setiap minggu. Oleh sebab itu, ada ruang anggaran dan teknologi bagi mereka untuk melakukan deteksi benturan real time pada bagian proyek yang diusulkan.

Karena jembatan itu dirancang model 3D, Para insinyur mampu menghemat biaya begitu besar meskipun hanya pada komponen yang relatif sederhana. Sebagai contoh, scan 3D memungkinkan mereka untuk mendapatkan tampilan real time titik-titik instalasi kamera keamanan yang diusulkan. Akibatnya,  jumlah kamera yang direncanakan sebelumnya dipotong setengah, sehingga menghemat beberapa juta dolar.

Kru Caltrans juga Menggunakan 4D (waktu) deteksi benturan untuk menggambarkan ketika komponen baru jembatan sedang dibangun, sementara komponen lain masih di tempat. Model BIM 4D ini bisa menunjukkan bahwa ada gangguan pada item konstruksi sementara.

Meskipun bentrokan tidak akan mengganggu desain akhir, hal itu tetap mengganggu desain interim dan akan membuat proses konstruksi melambat. Pengetahuan ini memungkinkan para desainer dan kontraktor untuk membuat modifikasi model 3D rangkaian konstruksi, sebelum terjadi masalah yang sebenarnya. Beberapa tahun yang lalu, kapabilitas ini sempat meredup!

Salah satu yang membuat saya heran adalah video rangkaian konstruksi 5D yang menampilkan model rancang jembatan dan total biaya yang dihabiskan, bisa anda bayangkan seperti jembatan yang keluar dari tanah atau air, sehingga memungkinkan anda untuk membuat perbandingan biaya pengembangan konstruksi. Pada tempo yang sama, grafis 3Dbisa menjadi kode-warna untuk menunjukkan empat kontraktor yang berbeda, sekaligus alur kerja mereka.

Semua itu mungkin terdengar rumit tapi melalui proses rekayasa 3D, Anda bisa memperkirakan waktu penyelesaian konstruksi, biaya konstruksi yang perlu di tambahkan, dan untuk menyimpulkan kejadian alam yang mungkin terjadi. Tidak hanya itu Anda juga bisa mengkonfirmasi bahwa salah satu atau beberapa kontraktor telah menyelesaiakan bagian-bagian tertentu sebelum melanjutkan ke bagian lain.

Sebuah video 3D menunjukkan sebagian besar komponen – seperti, bagaimana sistem kabel akan berulir melalui jembatan sebagai dukungan akhir struktur, ini juga sangat menarik.

Augmented Reality

Salah satu perubahan terbesar dan terbaik yang saya ramalkan adalah mungkin datang dari industri konstruksi Augmented Reality (AR), tampilan lebih hidup ditambah dengan unsur-unsur kehidupan nyata dari olah komputer seperti suara, video, grafik atau data GPS.  Jika Anda tahu bahwa, ternyata konstruksi baru saat ini dan akan datang sebagian besar dibangun oleh para insinyur dan desainer 3D, maka dengan hal itu anda akan tau kemana arahnya nanti dan barangkali bisa Anda gunakan sebagai bahan pertimbangan keputusan bisnis anda, pendidikan anda, dll.

Dengan design 3D, anda dapat menempatkan sebuah “target” dalam zona konstruksi. Target augmented reality dapat berupa apapun selama tablet atau ponsel dapat diakui sebagai sinyal grafis untuk memulai program 3D BIM.

Target ini digunakan untuk mengarahkan tablet ke titik desain yang sama persis seperti di mana pembangunan terjadi di atas tanah. Ketika target di potret dengan tablet, gambar asli bagian konstruksi ditampilkan atau sebagaimana tablet tersebut dipindahkan di area ini, selain itu Anda juga dapat melihat konstruksi 3D di lokasi tertentu.

Berikut ini adalah contoh yang sangat bagus:
Coba Asumsikan bahwa anda memiliki tiga sisi pembukaan beton bertingkat untuk perencanaan tangga. Dengan melakukan scan target di area tersebut. Pekerja konstruksi dapat melihat pada iPad atau Tablet Android mereka secara persis seperti apa produk akhirnya nanti. Tidak sekedar gambar datar di 600 lembar garis biru, melainkan model 3D untuk memulai sesuatu yang nyata.

Dan ingat:
Proyek-proyek Internasional saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Untuk melakukan hal ini kita hanya ditransendesikan oleh kendala bahasa. Masalah yang kami pecahkan hanya terkait ketrampilan expert tradesmen yang besar, sehingga bisa jadi blueprints tidak bisa kami baca secara baik dan mendetail. Kami hanya punya kru dengan 2 sampai 5 pekerja konstruksi, dimulai dari poin yang tidak diketahui sampai poin dimana setiap orang memiliki gambaran mental yang sempurna atas apa yang akan dibangun. Semua itu hanya bisa dilakukan dengan Model 3D.

Salah satu semboyan untuk proyek berharga adalah “Mulailah berpikir dengan Akhiran”. Cara apa yang tepat untuk mencapai semua ini.

Sebagai bukti untuk seberapa baik augmented reality bisa bekerja, banyak perusahaan konstruksi telah meluncurkan komputer layar datar di tempat untuk menunjukkan kepada superintendents model BIM sebenarnya dengan rangkaian (jadi bisa anda bayangkan, anda bersama boss berada di lapangan/bangunan yang sedang dimodelkan 3D, sehingga anda dan boss bisa melihat antara aktual dan model 3Dnya). Sepanjang hari, semua itu lagi-lagi dimanfaatkan para pekerja yang membangun jembatan, gedung, dan infrastruktur di seluruh dunia.

Munculnya model-model 3D membantu tahap awal yang tepat untuk proyek-proyek konstruksi, bisa mencegah masalah konstruksi dan menghemat anggaran begitu besar. Tak lama lagi, saya yakin semua ini akan terlaksana baik itu dengan special glasses atau layar proyeksi.

Saat ini, satu-satunya kendala yang memperlambat dalam proses adalah belum dimilikinya cara untuk mengarahkan Model BIM 3D secara real time di dalam gedung/bangunan. Di luar, hal semacam itu bisa dilakukan dengan GPS, tapi di dalam, itu lebih menantang. Namun, augmented reality akan sangat cepat membuat kertas perencanaan menjadi cara kuno, hahahaha :D. Saya telah melihat banyak tempat yang merasakan manfaatnya. Lihat saja, augmented reality akan menjadi sebuah setandar baru dan perusahaan konstruksi besar akan merangkul teknologi ini.

Pemanfaatan augmented reality lainnya akan dioperasikan pada bangunan jadi. Teknologi ini sudah ada sehingga, memungkinkan para pekerja melakukan pemeliharaan infrastruktur, untuk naik ke motor atau katup (atau setiap bagian peralatan yang memiliki target) dan scanning dengan tablet atau ponsel. Perlu melihat database komputer untuk mengetahui jadwal pemeliharaan terakhir dan bagian-bagian internal mesin. Jika dia melakukan service pada mesin, maka data-nya akan secara otomatis dikirim ke database perusahaan dan tersedia bagi siapa saja yang ingin meninjau. Atau, jika perbaikan diperlukan, ia bisa mengirimkan video cara dia bongkar mesin dan mengganti bagian-bagian tersebut.

Kapabilitas ini membawa kekuatan “pemilik manual“ dan seluruh informasi penting dalam komputer yang mengakses fasilitas real time 3D. Bayangan implikasi terjadi jika Anda memiliki fasilitas manufaktur yang kompleks.

Hanya dalam 7 tahun terakhir, saya telah melihat kemajuan yang dibayangkan 10 tahun yang lalu. Tapi hari ini, itu semua terjadi dan ada orang-orang super kreatif di seluruh negeri ini bekerja dengan banyak inovasi, bahkan lebih dari itu. Ini waktu yang menarik untuk bekerja di bidang ini.


Source : http://www.geodatapoint.com/articles/view/how_3d_virtual_reality_is_changing_the_construction_industry - See more at: http://eroksa.co.id/read/4/movement-monitoring.html

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال