![]() |
| Tentang Skema Warna |
Meskipun pemilihan warna merupakan suatu hal yang bersifat personal dari masing-masing desainer, namun sebenarnya ada beberapa petunjuk yang bisa dijadikan sebagai titik awal sebelum berekplorasi lebih jauh.
Dalam dunia Art, bereksperimen dengan berbagai macam warna merupakan suatu hal yang bagus dan sangat dianjurkan untuk ‘out of the box’ namun, meski begitu supaya tetap berdasar pada estetika visual yang baik dan menarik bagi audiens.
Kita mulai dari tampilan color wheel (roda warna):
![]() |
| Color wheel (roda warna) |
Ada beberapa skema warna yang bisa kita buat berdasarkan color wheel diatas, terdapat beberapa tipe warna seperti; monokromatik, analog, komplementer, triadic dan netral.
Monokromatik
Hasil warna yang berbeda dari sebuah warna yang Anda pilih. Warna yang berbeda ini hanya tergantung seberapa banyak menambahkan warna hitam pada warna tersebut Semakin banyak menambahkan warna hitam, maka warna sekunder yang dihasilkan akan semakin gelap.
![]() |
| Monokromatik |
Analog
Adalah warna yang saling berdekatan antara satu dengan yang lainnya, pada color wheel.![]() |
| Analog |
Triadic
Adalah warna-warna yang diambil secara beraturan pada color wheel. Sesuai dengan namanya, triadic diambil dari kata segitiga, sehingga pola pengabilan warnanya harus berbentuk segitiga.![]() |
| Triadic |
Komplementer
Adalah 2 warna yang diambil secara berlawanan pada color wheel.![]() |
| Komplementer |
Netral
Adalah warna yang tidak terdapat pada color wheel. Seperti warna hitam, putih, abu-abu, krem, coklat, dll.![]() |
| Netral |
Kekontrasan Warna
Setelah pemilihan skema warna berdasarkan metode diatas, maka untuk tahap berikutnya yang juga tidak kalah pentingnya adalah memahami pentingnya kontras warna dalam sebuah desain. Sebagai contoh, silakan perhatikan gambar di bawah ini;![]() |
| Kekontrasan Warna |
Jika kita membuat suatu desain, sebaiknya perhatikan segmen yang akan kita tuju. Mungkin, menggunakan kontras seperti contoh di atas masih bisa dibaca oleh orang-orang berusia 15-35 tahun meskipun terasa capek jika membacanya, tapi tidak akan berlaku untuk para lansia, oleh sebab itu sangat penting memperhatikan bagaimana kontras itu bekerja.
Keserasian Warna
Satu hal lagi yang perlu kita perhatikan adalah penempatan estetika warna dalam desain yang kita buat. Jangan karena idealisme sehingga semaugue menggunakan warna tanpa melihat bagaimana warna itu ditangkap oleh mata seseorang.
Semua itu adalah teori dasar pewarnaan. Hasilnya, sangat tergantung dari seberapa jauh seorang desainer bereksplorasi.
Contoh:
Apa yang Anda rasakan? lalu bandingkan dengan contoh dibawah:
Terasa lebih enak dilihat bukan?









