Menurut sahabat SANTAIAREA versi GETER setelah berkunjung ke Tanah Lot, menariknya adalah pemandangan maskotnya yaitu Pure yang menjorok di bibir pantai, dan tidak semua orang bisa menuju kesana, khusus petugas pantai atau orang-orang yang ditunjuk untuk melakukan Tilem Kasa, semacam persembahan ekstra yang dibuat disekitar kompleks wisata Tanah Lot termasuk Pure Lot tersebut. Kegiatan semacam itu juga menarik perhatian kami, karena memang yang saya rasakan hampir disepanjang perjalanan kami muter-muter pulau bali itu aromanya cirikhas banget "sesajen" ane gak tau apakah itu kemenyan atau dupa. Penduduk pribumi di bali mayoritas beragama Hindu, dan mereka sangat religius, pendekatannya dengan alam sangat baik. Seperti melakukan Tilem Kuasa di sepanjang jalan sembari berdoa.
Oke, pemandangan kedua yang cukup menarik perhatian mata saya adalah wisatawan manca negara yang sangat.. emm apa ya, sulit di definisikan tapi fenomena itu seperti diantara exotic - erotic hihihi.. yang gak jomblo dijamin gak bisa nakal :D
Oke, berikutnya mari kita bahas sesuatu yang paling krusial menurut kami, tapi untungnya hal itu masih wajar dan terjangkau untuk kami .. ya, apalagi kalo bukan Retribusi. Berdasarkan keputusan Manager Tanah Lot No. 3/BP/DTWTL/VII/2016 tentang penetapan tarif masuk, maka diinformasikan bagi seluruh wisatawan baik lokal maupun manca negara bahwa mulai dari 1 November 2016:
Tarif saat ini:
- Anak domestik: Rp. 7.500
- Dewasa domestik: Rp. 10.000
- Anak asing: Rp. 15.000
- Dewasa asing: Rp. 30.000
Tarif baru:
- Anak domestik: Rp. 15.000
- Dewasa domestik: Rp. 20.000
- Anak asing: Rp. 30.000
- Dewasa asing: Rp. 60.000
Videostory:

