Cara Modern atau Ilmiah Memperoleh Ilmu

Cara Modern atau Ilmiah Memperoleh Ilmu
Img: blog.aftercollege.com
Dari berbagai macam cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah, dapat dikelompokkan menjadi dua, dan salah satunya adalah cara modern atau ilmiah.

Cara ilmiah adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran ilmu pengetahuan atau pemecahan suatu masalah. Menurut John Dewey dalam bukunya "How we think" (1910) mengatakan metode ilmiah adalah perpaduan proses berfikir deduktif-induktif guna pemecahan suatu masalah.

Langkah-langkah pemecahan suatu masalah dengan metode ilmiah adalah sebagai berikut:
  1. Merasakan adanya suatu masalah atau kesulitan, dan masalah atau kesulitan ini mendorong perlunya pemecahan.
  2. Merumuskan dan atau membatasi masalah / kesulitan tersebut, dalam hal ini diperlukan observasi untuk mengumpulkan fakta yang berhubungan dengan masalah tersebut.
  3. Mencoba mengajukan pemecahan masalah / kesulitan tersebut dalam bentuk hipotesis-hipotesis. Hipotesis-hipotesis ini adalah merupakan pernyataan yang didasarkan pada suatu perkiraan atau generalisasi untuk menjelaskan fakta tentang penyebab masalah tersebut.
  4. Merumuskan alasan-alasan dan akibat dari hipotesis yang dirumuskan secara deduktif (pernyataan umum ke khusus).
  5. Menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan, dengan berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan melalui penyelidikan atau penelitian. Hasil pembuktian hipotesis ini bias menguatkan hipotesis dalam arti hipotesis diterima, dan dapat pula memperlemah hipotesis, dalam arti hipotesis ditolak. Dari langkah terakhir ini selanjutnya dapat dirumuskan pemecahan masalah yang telah dirumuskan tersebut.

Almack (1939) membuat batasan bahwa metode lmiah adalah suatu cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Bahasan metode ilmiah sekurang-kurangnya mencakup dua hal, yakni menyangkut masalah kriteria dan langkah-langkah.

Kriteria metode ilmiah terdiri dari :


1. Berdasarkan fakta
Yaitu Informasi atau keterangan yang diperoleh dari penelitian, baik yang akan dikumpulkan maupun dianalisis hendaknya berdasarkan fakta-fakta atau kenyataan-kenyataan, bukan berdasarkan pemikiran-pemikiran sendiri atau dugaan–dugaan.

2. Bebas dari prasangka
Penggunaan fakta atau data dalam metode ilmiah hendaknya berdasarkan bukti yang lengkap dan objektif, bebas dari pertimbangan pertimbangan subjektif. Oleh sebab itu metode ilmiah ini harus bersifat bebas dari prasangka-prasangka atau dugaan-dugaan.

3. Menggunakan prinsip analisis
Fakta atau data yang diperoleh melalui penggunaan metode ilmiah tidak hanya apa adanya, fakta serta kejadian-kejadian tersebut harus dicari sebab akibatnya atau alasan-alasannya dengan menggunakan prinsip analisis.

4. Menggunakan hipotesis
Hipotesis atau dugaan sementara diperlukan untuk memandu jalannya pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai.

5. Menggunakan ukuran objektif
Pelaksanaan penelitian atau pengumpulan data harus menggunakan ukuran-ukuran objektif, ukuran tidak boleh dinyatakan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan subjektif.

Langkah-langkah umum yang sering digunakan dalam metode ilmiah meliputi :
  1. Memilih dan atau mengidentifikasi masalah.(Rumusan Masalah)
  2. Menetapkan tujuan penelitian.
  3. Merumuskan metode penelitian dan
  4. Pengumpulan data.
  5. Studi literature.(Dasar Teori).
  6. Merumuskan kerangka konsep penelitian.(Perancangan)
  7. Merumuskan hipotesis.(Perancangan)
  8. Mengolah dan analisis data.(Program Aplikasi)
  9. Membuat laporan.

Referensi:
  • Masri Singarimbun, Metodologi Penelitian Survey, 1989, LP3ES, Jakarta.
  • Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, 1997, Rineka Cipta, Yogyakarta.
  • Soekidjo Notoatmodjo, Metodologi Penelitian, 1993, Rineka Cipta, Yogyakarta.
  • Zainal A. Hasibuan, Metodologi Penelitian di Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Konsep, Metode Teknik dan Aplikasi, 1997, Fasilkom UI, Jakarta.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال