Filsafat Ilmu dan Metoda Penelitian

Filsafat Ilmu dan Metoda Penelitian
Filsafat Ilmu dan Metoda Penelitian

Filsafat Ilmu

Filsafat berasal dari kata filo dan sofia, filo berarti cinta atau menyenangi dan sofia berarti bijaksana. Konon orang yang selalu mendambakan kebijaksanaan adalah orang - orang yang pandai, orang yang selalu mencari kebenaran. 

Dalam mencari kebenaran ini mereka mendasarkan kepada pemikiran dan logika, dan bahkan spekulasi. Hasil pemikiran kemudian menjadi tantangan bagi para ilmuwan selanjutnya dimana dalam menemukan kebenaran lebih mementingkan penemuan-penemuan empiris, logika bukan sebagai  metoda untuk menemukan atau mencari kebenaran tersebut. 

Melihat lahirnya ilmu adalah karena ketidakpuasan para ilmuan terhadap penemuan kebenaran oleh para filosof, maka dapat dikatakan bahwa ilmu adalah merupakan bentuk-bentuk perkembangan filsafat.

Dalam sains dan metode ilmiah, empiris berarti suatu keadaan yang bergantung pada bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera. Data empiris berarti data yang dihasilkan dari percobaan atau pengamatan.

Pada dasarnya cabang-cabang ilmu berkembang dari dua cabang utama, yaitu filsafat alam yang kemudian menjadi rumpun ilmu-ilmu alam dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam cabang ilmu-ilmu social, selanjutnya ilmu-ilmu alam membagi diri menjadi dua kelompok yaitu ilmu alam dan ilmu hayat, ilmu-ilmu social berkembang agak lambat dibandingkan dengan ilmu-ilmu alam dan yang mula-mula berkembang adalah antropologi, psikologi, ekonomi, sosiologi dan ilmu politik. (Notoatmodjo : 4).


Metode Penelitian Ilmiah (Asal Usul)

Manusia pada hakekatnya selalu ingin tahu, untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut manusia sejak zaman dahulu telah berusaha mengumpulkan pengetahuan. 

Pengetahuan pada dasarnya terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Pengetahuan tersebut diperoleh baik dari pengalaman langsung maupun melalui pengalaman orang lain. 

Semenjak adanya sejarah kehidupan di bumi ini, manusia telah berusaha mengumpulkan fakta, dari fakta-fakta tersebut kemudian disusun dan disimpulkan menjadi teori, dari teori-teori tersebut kemudian digunakan untuk memahami gejala-gejala alam dan kemasyarakatan yang lain. 

Seiring berjalannya waktu, maka kualitas maupun kuantitasnya teori tersebut kian berkembang, sebagaimana yang telah kita rasakan dewasa ini.

Pengetahuan >> Fakta >> Teori >> Gejala.


Referensi:
  • Masri Singarimbun, Metodologi Penelitian Survey, 1989, LP3ES, Jakarta.
  • Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, 1997, Rineka Cipta, Yogyakarta.
  • Soekidjo Notoatmodjo, Metodologi Penelitian, 1993, Rineka Cipta, Yogyakarta.
  • Zainal A. Hasibuan, Metodologi Penelitian di Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Konsep, Metode Teknik dan Aplikasi, 1997, Fasilkom UI, Jakarta.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال