![]() |
| Proses Menulis Yang Baik |
Proses penulisan terdiri dari beberapa tahapan diantaranya adalah perencanaan (planning), pembuatan draft (drafting), revisi (revising) dan proses penulisan laporan (working within the process).
1. Perencanaan Menulis (drafting)
Dilakukan dengan melakukan observasi dalam menulis. Observasi yang dilakukan bertujuan untuk melihat kejadian, eksplorasi, membuat diagram, konseptualisasi (spekulasi). Selain itu perencanaan menulis juga bisa dilakukan dengan melakukan “penelitian” dalam menulis, membuat pertanyaan, melakukan interview, dan membaca referensi.
Perencanaan menulis merupakan perpaduan antara penyusunan strategi dan pengumpulan referensi.
Setelah perencanaan menulis langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat draft (drafting). Dalam pembuatan draft perlu dibuat ”outline” penulisan, struktur tulisan dan juga pola tulisan. Untuk membuat draft ini, gunakan semua bahan yang diperoleh dari langkah perencanaan.
Membuat hipotesis, atau tema sentral tulisan
Perlu dikaji apa yang menjadi harapan dari tulisan yang akan dibuat, apakah bahan bacaan yang dikumpulkan sudah mencukupi dan apakah hipotesi yang ditulis sudah cukup jelas.
Discovery draft
Akan ada temuan baru mengenai subjek, audience, dan tujuan dari tulisan. Pengembangan, penyusutan, dan pertukaran ide tersebut antara lain membuat diskriptif outline dengan cara melakukan penilaian tentang apa yang telah ditulis dalam draft, menyatukan tulisan yang efektif, menyusun outline secara formal dengan cara menentukan bagian-bagian utama tulisan, menentukan sub-bagian, dan menentukan bentuk akhir dari draft, dan yang terakhir adalah melakukan revisi.
2. Revisi
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merevisi suatu tulisan ilmiah yaitu teliti kembali apa yang telah ditulis dan perhatikan siapa nantinya yang akan membaca tulisan tersebut (perhatikan tulisan anda dari perpesktif lain), baca kembali tulisan yang telah dibuat sambil melakukan revisi (bukan proofreading), tentukan kekuatan dan kelemahan dari subjek yang ditulis, pertajam persepsi mengenai pembaca, baca subjeknya. Subjek yang dimaksud antara lain alasan pemilihan subjek, mudah atau tidaknya menemukan subjek, apa yang membuat subjek menjadi istimewa, apa yang menarik dari subjek, apakah tulisan yang dibuat tidak terlalu panjang.
Kalimat yang efektif adalah kalimat yang membangkitkan acuan dan makna yang sama di benak pendengar atau pembaca dengan yang ada di benak pembicara atau penulis.
Kalimat yang efektif ditentukan oleh perpaduan kalimat yang mengacu pada penalaran (deduksi, induksi, top-down, bottom-up) dan juga koherensi dari kalimat tersebut yang mengacu pada hubungan timbal-balik antara kalimat-kalimat.
Terdapat beberapa hal yang dapat mengganggu koherensi kalimat, antara lain:
Kalimat yang efektif adalah kalimat yang membangkitkan acuan dan makna yang sama di benak pendengar atau pembaca dengan yang ada di benak pembicara atau penulis.
Kalimat yang efektif ditentukan oleh perpaduan kalimat yang mengacu pada penalaran (deduksi, induksi, top-down, bottom-up) dan juga koherensi dari kalimat tersebut yang mengacu pada hubungan timbal-balik antara kalimat-kalimat.
Terdapat beberapa hal yang dapat mengganggu koherensi kalimat, antara lain:
- Tempat kata (misalnya, pekan olah raga bekas penyandang kusta nasional)
- Pemilihan dan pemakaian kata (misalnya memilih kata depan atau kata penghubung yang salah: Dari hasil perhitungan…..)
- Memilih dua kata yang kontradiktif atau medan maknanya tumpang tindih (contoh, banyak penderita-penderita …. suatu ciri-ciri yang didapatkan…...)
- Menggunakan kata yang tidak sesuai (misalnya, walaupun banyak artikel berpendapat…..)
- Menggunakan nama atau istilah yang benar tetapi penulisannya keliru (Contoh, Poison (Poisson) distribution).
