Siapakah Yang Perlu Meneliti ?

Para Peneliti
Para Peneliti
Dahulu, apabila mendengar kata "Penelitian" orang sering membayangkan suatu kesibukan di laboratorium. Seorang ahli sedang asyik mengamati reaksi zat – zat yang dicampur di tabung reaksi, atau dalam labu didih, tabung Erlenmeyer atau alat – alat lain yang serba rumit. Dengan demikian maka penelitian adalah suatu kegiatan monopoli para ahli.

Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan.

Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.

Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa.

Memang apa yang dibayangkan orang – orang seperti yang disebutkan diatas ada benarnya, tetapi tidak seluruhnya benar. Orang – orang dilaboratorium memang sedang melaksanakan penelitian, penyelidikan di dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam, akan tetapi penelitian bukan hanya boleh dan dapat dilakukan pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam saja. Penelitian dapat dilakukan di seluruh bidang Ilmu.

Namun demikian masih banyak orang terpelajar yang beranggapan bahwa meneliti adalah tugas para ahli, professor, doktor. Sangat di sayangkan apabila anggapan semacam itu merembes ke Mahasiswa.

Pada waktu belum ada ekuivalen thesis atau ekuivalen skripsi, mahasiswa masih serius mempelajari Metode Penelitian karena merupakan bekal untuk mengadakan penelitian dalam rangka penulisan skripsi atau thesisnya. Setelah itu mereka diperbolehkan mengambil ekuivalen skripsi atau ekuivalen thesis, lalu beranggapan bahwa ilmu tentang penelitian tidak diperlukan lagi.

Mereka lupa atau mungkin belum menyadari bahwa siapa pun boleh meneliti, bahkan dengan tegas dikatakan bahwa sarjana harus dapat meneliti, karena hanya dengan penelitianlah ilmu dapat dikembangkan secara ilmiah.

Seorang ahli masak, membuat kue dengan bahan sekian ons terigu, sekian butir telur, sekian ons gula pasir, sekian ons mentega dan bahan – bahan lain. Sehingga jadilah sebuah kue yang lezat. Ahli masak tersebut tidak puas dengan pekerjaan itu, ia selalu berfikir mencari akal bagaimana untuk mendapatkan kue yang lebih enak lagi dengan bahan – bahan yang jumlahnya sama atau bila perlu dengan bahan yang lebih sedikit sehingga biayanya lebih murah. Ahli masak ini sebenarnya juga sedang mengadakan penelitian, tetapi tidak melalui prosedur yang jelas, dan tidak melaporkan hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan.

Ahli – ahli lain, mulai dari tukang sapu, pabrik rokok, konveksi pakaian sampai ke para ahli yang menangani bom atom semuanya juga mengadakan penelitian, walaupun prosedur dan kualitas penelitiannya berbeda – beda.

Seorang Dosen mempunyai tugas mendidik dan mengajar. Ia membantu si anak didik, ia  selalu berusaha agar kadar bantuannya dapat meningkat sehingga diperoleh hasil yang lebih baik. Usahanya ada bermacam – macam. Mungkin ia memberikan motivasi belajar yang banyak, mungkin ia mengganti metode yang ia gunakan untuk menerangkan dan menjelaskan, mungkin menambah alat peraga dan sebagainya. Barangsiapa ingin meningkatkan hasil untuk apa saja yang sedang ditekuni, maka ia membutuhkan kegiatan  penelitian. 

Suatu hal yang menggembirakan dunia ilmu pengetahuan adalah dengan maraknya lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk para pelajar dan mahasiswa. Kegiatan tersebut mau tidak mau harus dikaitkan dan bahkan didasarkan atas kerja penelitian. Pekerjaan meneliti ini benar – benar mengasyikkan, khusunya bagi mereka yang gemar menggeluti Ilmu pengetahuan.


Referensi:
  • Masri Singarimbun, Metodologi Penelitian Survey, 1989, LP3ES, Jakarta.
  • Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, 1997, Rineka Cipta, Yogyakarta.
  • Soekidjo Notoatmodjo, Metodologi Penelitian, 1993, Rineka Cipta, Yogyakarta.
  • Zainal A. Hasibuan, Metodologi Penelitian di Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Konsep, Metode Teknik dan Aplikasi, 1997, Fasilkom UI, Jakarta.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال