Perlu diketahui bahwa masukan ke flip-flop S-R dapat berasal dari keluaran rangkaian lain, dalam bentuk rangkaian logika berjenjang. Hal ini biasa terjadi pada rangkaian logika konvensional. Masalahnya adalah transisi dapat terjadi pada waktu yang tidak diinginkan.
Perhatikan rangkaian pada Gambar 4.5. Jika sinyal A,B, dan C semuanya berubah dari keadaan 0 menjadi 1, maka sinyal C akan mencapai gerbang XOR sebelum A dan B keluar dari gerbang AND. Akibatnya nilai S akan 1 walaupun sebentar sampai keluaran dari gerbang AND sudah mantap dan dioperasian XOR dengan C. Jika nilai 1 pada S bertahan cukup lama maka akan mengakibatkan nilai yang tersimpan dalam flip-flop bisa berubah.
| Gambar 4.5 Rangkaian yang mengandung hazard |
Jika keadaan akhir dari flip-flop sensitif terhadap kedatangan sinyal maka dapat menimbulkan glitch, yang sebenarnya merupakan keadaan atau keluran yang tidak diinginkan. Rangkaian yang dapat menghasilkan glitch disebut rangkaian yang mengandung hazard.
Untuk menyelaraskan pengendalian terhadap rangkaian yang tergantung pada keadaan (misalnya flip-flop) maka digunakanlah detak (clock) yang akan mengaktifkan rangkaian dalam selang waktu tertentu secara serentak. Rangkaian detak menghasilkan sinyal 1 dan 0 bergantian terus menerus dengan periode waktu yang tetap sehingga membentuk gelombang kotak seperti Gambar 4.6. Waktu yang diperlukan detak untuk naik, turun dan kemudian mulai naik lagi disebut waktu siklus atau periode. Gelombang kotak yang ditampilkan pada gambar tersebut adalah bentuk gelombang detak ideal. Dalam kenyataannya, gelombang tersebut tidak berbentuk persegi tetapi membulat karena perlu waktu untuk menjadi tinggi dan rendah, tidak berlangsung seketika.
| Gambar 4.6 Detak yang berupa gelombang kotak |
Kecepatan detak berkebalikan dengan waktu siklus. Untuk waktu siklus sebesar 25 ns/siklus berarti kecepatannya adalah 1/25 siklus/ns, yang sama dengan 40.000.000 siklus per detik atau 40 MHz.
Kita dapat menggunakan sinyal detak untuk menghilangkan hazard dengan membuat flip-flop S-R berdetak, yang dapat dilihat pada Gambar 4.7. Simbol CLK berarti clock atau detak. Sekarang S dan R tidak dapat mengubah keadaan hingga detak bernilai tinggi. Dengan demikian S dan R dibuat mantap dahulu pada posisi detak rendah, baru kemudian detak menjadi tinggi dan nilai yang stabil akan tersimpan dalam flip-flop.
| Gambar 4.7 Flip-flop S-R berdetak |