Mengenal Op-Amp (Operational Amplifier)

Op-Amp
Pengguanaan Op-Amp dalam sistem digital terdapat pada rangkaian :
  • Speaker aktif
  • Penguat penjumlah
  • Mixer audio
  • Penguat selisih
  • Penguat instrumentasi
  • Encoder dan Decoder


Pengguanaan Op-Amp dalam sistem analaog terdapat pada rangkaian :
  • Pengubah analog ke digital ADC (Analog to Digital Converter)
  • Pengubah digital ke analog DAC (Digital to Analog Converter)
  • Rangkaian pembanding
  • Modulator lebar pulsa

Karakteristik Op-Amp :
  • Impedansi input sangat tinggi
  • Impedansi output sangat rendah
  • Penguatan tegangan tinggi mencapai 105 kali
  • Tegangan catu yang diberikan adalah DC simetris
  • Signal tegangan input DC maupun AC
  • Arus stasioner input dalam orde miliampare

Input Op-Amp terdiri dari input membalik (inverting) dengan simbol (-) dan input non inverting (+) pada penguat inverting signal input di hubungkan dengan input inverting, maka signal output akan berlawanan fasa dengan signal inputnya, sebaliknya pada penguat non inverting signal input dihubungkan ke input non inverting maka signal output akan sefasa dengan signal input.

Arsitektur Op-Amp 741
Arsitektur Op-Amp 741

INVERTING ( Penguat Pembalik )


Loop terbuka atau tanpa feedback
Inverting loop terbuka
Inverting loop terbuka

Loop tertutup atau dengan feedback
Inverting loop tertutup
Inverting loop tertutup

NON INVERTING ( Penguat Tanpa membalik )


Loop terbuka atau tanpa feedback
Non inverting loop terbuka
Non inverting loop terbuka

Loop tertutup atau dengan feedback
Non inverting loop tertutup
Non inverting loop tertutup

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال