KISAH NABI LUTH DAN FAKTA PENELITIAN

Negeri Sadum dan Gomorrah, Syam, Palestina
Negeri Sadum dan Gomorrah, Syam, Palestina
Sekitar 1900 SM, Baik dari sudut pandang Muslim, Yahudi maupun Kristen, Luth adalah salah satu nabi yang diutus oleh Allah untuk berdakwah kepada Koum yang hidup di negeri Sadum dan Gomorrah, Syam, Palestina. Beliau disebutkan sebanyak 27 kali dalam Al-Quran. Beliau meninggal di Desa Shafrah, Syam, Palestina.

Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim. Ayahnya bernama Haran (Abara'an) bin Tareh adalah saudara kandung Nabi Ibrahim. Nabi Luth menikah dengan seorang gadis yang bernama Walihah, pendapat lain mengatakan bernama Ado. Luth memiliki 2 anak perempuan bernama Raitsa dan Zaghrata.

Nabi Luth beriman kepada Nabi Ibrahim (pamannya), mendampinginya selama perjalanan. Ketika mereka berada di Mesir mereka mempunyai usaha bersama dalam bidang peternakan yang sangat berhasil.
Perjalanan ke kota Mesir
Perjalanan ke kota Mesir
Suatu saat ternaknya berkembang pesat hingga tak bisa ditampung lagi dalam tempat yang sama. Pada akhirnya usaha mereka dipecah / dibagi, maka berpisahlah Luth dengan Ibrahim. Luth pindah ke Yordania dan bermukim di sebuah tempat bernama Sadum (Sodom).

Nabi Luth diutus Allah

Masyarakat Sadum/Sodom adalah masyarakat yang rendah moralnya dan rusak akhlaknya. Mereka tidak memiliki agama bahkan nilai kemanusiaan yang beradab. Maksiat dan kemungkaran merajalela dalam pergaulan hidup mereka. Pencurian, perampasan dan perlakuan sewenang-wenang merupakan kejadian dalam keseharian mereka. Kemaksiatan yang paling menonjol di kalangan mereka adalah homoseksual baik golongan laki-laki maupun perempuannya (lesbian), bagi mereka hal tersebut sudah menjadi kebudaayan.

Musafir yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari gangguan mereka, jika ia membawa bekal berharga, maka dirampaslah dan jika ia melawan, maka dibunuhlah. Kecuali jika ia berparas Elok, ia akan menjadi rebutan atau mangsa bagi masyarakat Sodom untuk melampiaskan kebejatan mereka.

Sebab penyakit sosial inilah Nabi Luth diangkat sebagai RosulNYA untuk mengangkat mereka dari lembah kenistaan, kebodohan dan kesesatan. Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah serta meninggalkan kebiasaan mungkar dan keji, karena menyimpang dari fitrah (diciptakan berpasang-pasangan) dan menyalahi kodratnya. Telah berulangkali Nabi Luth memperingatkan mereka bahwa Allah-lah yang telah menciptakan mereka dan alam sekitar mereka. Allah tidak meridhai amal perbuatan mereka.

Diajaklah mereka untuk beramal shaleh agar diberi pahala dan surga di akhirat kelak, dan dijauhkan dari siksa neraka Jahanam. Diterangkan kepada mereka bahwa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, kerana perbuatan itu akan menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dalam negeri sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya. Demikianlah dakwah Nabi Luth kepada masyarakat Sodom.

Akan tetapi keruntuhan moral dan kerusakan akhlak telah mendarah daging di dalam pergaulan sosial mereka dan pengaruh hawa nafsu serta bujukan setan sudah begitu kuat dan menguasai tindak-tanduk mereka, sehingga dakwah nabi Luth tidak mendapat tempat di hati mereka.

Kaum Luth / masyarakat Sodom merasa kesal mendengar dakwah dan nasihat-nasihat Nabi Luth, dan meminta untuk menghentikan aksi dakwahnya atau jika tidak maka Beliau akan diusir bersama keluarganya dan pengikutnya. Saat itulah Nabi Luth mulai pasrah. Dia memohon kepada Allah agar masyarakat Sadum diberi pelajaran berupa azab di dunia sebelum azab yang menanti mereka di akhirat kelak.

Tamu Misterius

Doa Nabi Luth dikabulkan oleh Allah. Dikirimlah kepadanya 3 malaikat yang menyamar sebagai manusia. Mereka adalah malaikat yang bertemu Nabi Ibrahim dengan membawa kabar gembira atas kelahiran putra keduanya yaitu Nabi Ishaq (adik Ismail), dan memberitahukan kepada Nabi Ibrahim bahwa mereka adalah utusan Allah dengan tugas menurunkan azab kepada kaum Luth (penduduk Sadum).

Dalam pertemuan tersebut Nabi Ibrahim memohon agar penurunan azab kepada kaum Sodom ditunda, kali saja mereka kembali sadar atas ajakan Nabi Luth (keponakannya). Dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim juga memohon agar anak saudaranya, Luth diselamatkan dari azab yang akan diturunkan kepada kaum Sodom, permintaan itu diterima oleh malaikat pembawa azab dan menjamin keselamatan Luth beserta keluarganya.

Sesampainya di Sodom, menyamarlah para malaikat sebagai lelaki muda yang tampan, berotot dan tegap badannya. saat memasuki batas kota, mereka bertemu dengan sorang gadis yang cantik (putri nabi Luth) sedang mengambil air dari sebuah perigi(sumur). Lelaki muda (malaikat) bertanya kepada gadis itu, barangkali saja mereka diterima di rumahnya sebagai tamu. Gadis itu tidak berani memberi keputusan sehingga berundinglah dia dengan keluarganya, Maka ditinggalkanlah para lelaki muda itu lalu pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberitahu ayahnya (Luth).

Mendengar kabar anak perempuannya, Nabi Luth bingung, jawaban apa yang harus ia berikan kepada mereka (Pemuda) yang ingin bertamu di rumahnya, sebab menerima tamu yang berparas tampan akan mengundang risiko atas gangguan koumnya yang bejat, padahal ia merasa tak berdaya menghadapi koumnya yang bejat itu.

Nabi Luth memutuskan menerima para lelaki muda itu, dan ia pasrah kepada Allah serta mengharap perlindunganNYA. Lalu pergilah Luth menjemput tamu yang sedang menanti di pinggir kota, saat itu kota Sodom sudah malam dan sunyi (penduduk sodom sudah tertidur).

Nabi Luth telah berpesan kepada Istri dan kedua Puterinya agar merahasiakan kedatangan para lelaki muda ini. Jangan sampai terdengar di telinga masyarakat sodom. Namun, apalah daya Istri Nabi Luth membocorkannya, sehingga tersebarlah berita ini di kalangan koum Luth. Datanglah beramai-ramai lelaki Sodom, yang buta seks itu, ke rumah Nabi Luth, berhasrat melampiaskan nafsu seksual mereka, setelah lama tidak mendapatkan anak muda. Berteriaklah mereka memanggil Luth untuk melepaskan anak-anak muda itu, agar diberikan kepada mereka.

Mendengar teriakan mereka, Nabi Luth tidak membukakan pintu bagi mereka dan berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan mengganggu tamu dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan. Nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada isteri-isteri mereka dan meninggalkan perbuatan maksiat dan keji itu. Sekali lagi mereka koum Luth tidak mendengarkan seruannya bahkan mendesaknya untuk membukakan pintu.

Merasa tidak berdaya, berkatalah Nabi Luth secara terus terang kepada para tamunya:

"Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu jika menyerbu ke dalam. Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani oleh mereka yang dapat aku mintai pertolongannya. Aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghindarkan gangguan terhadap tamu di rumahku sendiri." 

Mendengar keluh kesah Nabi Luth, lantas pemuda-pemuda itu memberitahu hal yang sebenarnya, bahwa mereka adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai manusia yang diutus oleh Allah untuk menurunkan azab dan siksa atas rakyatnya karena segala kemungkaran dan kemaksiat yang keji dan kotor.

Pemuda itu (malaikat) menyuruh Nabi Luth membukakan pintu rumahnya seluas mungkin agar mereka (masyarakat sodom) dapat masuk dengan bebas, Namun malangnya mereka saat pintu telah terbuka luas dan penyerbu menginjakan kaki masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tak dapat melihat sesuatupun. para malaikat telah membutakan mereka, sehingga mereka sama menggosok-gosok mata mereka.

Seraya kedaan koum luth yang kacau balau, para Malaikat berseru kepada Nabi Luth agar segera meninggalkan perkampungan ini bersama keluarga dan pengikutnya, karena telah tiba waktunya azab Allah ditimpakan. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar dalam perjalanan ke luar kota jangan ada seorang pun dari mereka menoleh ke belakang.

Nabi Luth keluar dari rumahnya selepas tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang isteri dan dua puterinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya. Akan tetapi si isteri yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth tidak tega meninggalkan kaumnya. Ia berada di belakang rombongan Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-hentinya menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri. 

Begitu Nabi Luth beserta kedua puterinya melewati batas kota Sadum, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sadum, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafik itu. Getaran tersebut kemudian diikuti gempa bumi yang dahsyat disertai angin yang kencang dan hujan batu yang menghancurkan kota Sadum berserta semua penghuninya. Bertebaran mayat-mayat yang dilaknat oleh Allah di kota Sodom, dan hancurlah kota tersebut. Namun, masih ditinggalkan sisa-sisa kehancuran kota tersebut oleh Allah, sebagai peringatan bagi koum setelahnya (yang akan datang) saat melalu bekas kota Sadum tersebut. Demikianlah kebesaran dan ayat Allah yang diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi hamba-hamba-Nya.


Fakta-Fakta Penelitian Membuktikan Kebenarannya

Fosil Koum Sodom
Fosil Koum Sodom
Gen Kota Sodom yang Terbenam
Gen Kota Sodom yang Terbenam
situs arkeolog Bab edh-Dhra ditemukan bukti dari kehancuran berapi-api
"Ketika Tuhan menurunkan hujan belerang dari langit di Sodom dan Gomorrah. IA kemudian menggulingkan kota-kota tersebut" (Gn 19:24-25). seluruh situs arkeolog Bab edh-Dhra ditemukan bukti dari kehancuran berapi-api, lapisan abu ini seperti di kuil barat. Dinding tumbled disebabkan gempa juga.
Bongkahan Bangunan Kota Sodom yang Tertanam
Bongkahan Bangunan Kota Sodom yang Tertanam
Penulis menunjuk ke lapisan terbakar di Numeria
Penulis menunjuk ke lapisan terbakar di Numeria, bersaksi atas kehancuran berapi-api yang meluluhlantahkan kota pada akhir periode EB III. Pada Bab edh-Dhra, ada bukti dari kerasnya gempa yang disertai dengan api, situs Bab edh-Dhra dan Gempa Numeria disebabkan tekanan pada deposito minyak bumi bawah tanah yang dipaksa keluar dan diangkat dari tanah, dinyalakan, dan dijatuhkan kembali kebawah pada kota yang tertanam (sodom).
Rumah kuburan A22 di pemakaman Bab edh-Dhra
Rumah kuburan A22 di pemakaman Bab edh-Dhra. Pada masa kependudukan terakhir Bab edh-Dhra, mayat dimakamkan di bangunan bata dari lumpur yang disebut rumah kuburan. Lima contoh galian ditemukan kasus yang sama, yaitu mereka dihancurkan oleh api sebagaimana hancurnya kota mereka. Penggalian stratigrafi secara hati-hati dari A22 diperlihatkan disini, yang terbesar dari lima galian itu, mengungkapkan bahwa api dimulai pada atap dan menyebar ke interior saat atap runtuh. ini memberikan bukti kuat bahwa "Tuhan mengirimkan hujan belerang dari langit di kota Sodom dan Gomorrah" (Gn 19:24).
Lukisan John Martin Tentang Sodom dan Gomorah
Kisah Tersebut di ilustrasikan oleh John Martin (pelukis asal Inggris) dalam karyanya
Sementara di Israel, Ron Wyatt menemukan situs fisik (bekas tembakan tembakan sulfur / belerang) yang sebenarnya dari "Sodom dan Gomorrah", salah satu dari lima "Kota Hilang" di dekat Masda dan Laut Mati. Disitu banyak sekali sisa - sisa sulfur yang menembus reruntuhan tembok di Sodom dan Gomorrah, kemudian dibawanya ke laboratorium untuk diteliti.


Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran

Al-Quran menceritakan kisah Nabi Luth yang berusaha menasihati kaumnya sebagaimana dalam Surat Asy-Syuaraa (26:160-173) berikut ini.

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas." Mereka menjawab: "Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Luth berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu." (Luth berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan." Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu."

Kaum Luth membenci dan mengancam akan mengusir Nabi Luth karena mengajak sebagian dari mereka untuk meninggalkan perbuatan mereka yang tercela dan mengajak mereka beriman kepada Allah. Maka azab kehancuran dari Allah turun menimpa mereka, kisahnya seperti yang tercantum dalam Surah Al-A’raaf (7:80-84) berikut ini.

"...dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya (yang beriman) kecuali istrinya (istri Nabi Luth); dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan), dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu."

Referensi:
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Luth
  • https://en.wikipedia.org/wiki/John_Martin_(painter)
  • http://peswiki.com/index.php/Site:LRP:The_God_Compendium

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال