| Mengapa Kuliah di Luar Negeri |
“Kuliah di luar negeri? Mau dong….. “ Yup, barangkali kalimat itulah yang spontan bakalan kita ucapin saat kita ditawari peluang untuk belajar ke luar negeri. Meskipun banyak yang mengakui bahwa pendidikan di dalam dan di luar negeri memiliki keunggulan masingmasing, namun sampai dengan satu dekade terakhir, arus pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di negeri orang semakin meningkat. Puluhan ribu mahasiswa Indonesia berlomba-lomba untuk menuntut ilmu di negara lain.
Di berbagai kota besar di Indonesia, gebyar pameran pendidikan luar negeri nggak kalah dengan pameran komputer dan teknologi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi rupanya menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya angka pelajar internasional dalam tiga dekade terakhir. Windy Ariestanty dan Maurin Andri menyebutkan bahwa, “Pada abad ke-21, menurut web majalah Newsweek, sepanjang tiga dekade terakhir terdapat kenaikan sekitar tiga kali lipat. Angka mahasiswa internasional mencapai 800.000 pada dekade 70-an. Di awal abad 21, angka itu telah bergeser menjadi 2,5 juta ” 1.
Banyak alasan yang mengaitkan kebutuhan pendidikan luar negeri dengan berbagai macam kebutuhan dunia kerja, perluasan jaringan, pengalaman dan wawasan interaksi dengan berbagai bangsa, bahkan sampai dengan sekedar gengsi belaka ! Sadar atau nggak, era globalisasi menuntut kualitas sumber daya manusia yang semakin tinggi.
Denok Sri Sukartinah, Manager The University of Melbourne Indonesia Office, menyebutkan, “Di era globalisasi, perusahaan membutuhkan orang yang lebih bisa berkompetisi dan memiliki wawasan lebih luas. Hal ini bisa diwujudkan salah satunya melalui pendidikan yang tinggi, yaitu pascasarjana. Tidak tertutup kemungkinan pula bagi pemegang titel pascasarjana, akan memiliki kekuatan menawar yang lebih tinggi dalam persaingan dunia kerja”2. Kebutuhan akan peningkatan kualitas sumber daya manusia ini juga sejalan dengan ketatnya persaingan di tingkat global.
Konsep perdagangan bebas yang dicanangkan PBB menghendaki sebuah negara untuk siap menerima tenaga kerja asing dan mengirimkan tenaga kerja domestik ke negara lain. Hal ini nggak mungkin dilakukan jika tenaga kerja tersebut tidak terlatih untuk berinteraksi dengan berbagai ragam budaya, pola pikir dan lingkungan kerja. Salah satu metode yang digunakan adalah mengenyam pendidikan di negara lain untuk merasakan secara langsung pola interaksi dengan komunitas internasional.
Selain itu, alasan lain yang menjadi dasar untuk belajar di luar negeri adalah suasana akademis yang nyaman dan kondusif. Selain ditunjang dengan pengetahuan dari orang-orang yang ahli dibidangnya, kuliah di luar negeri memungkinkan seorang pelajar untuk terlibat dalam sistem pembelajaran yang komprehensif, didukung dengan sarana dan prasarana yang baik. Alasan ini bukannya mengada-ada. Di University of Melbourne, Australia, staf pengajar universitas adalah seorang peneliti penerima nobel dalam bidang immunology, Prof. Peter Doherty3. Di Univeristy of Tokyo (Tokyo Daigaku), Prof. Masatoshi Koshiba adalah seorang penerima nobel di bidang fisika molekuler yang juga menjadi staf pengajar kehormatan di sana4. Sarana dan prasarana pendidikan yang lebih baik juga jadi pendukung utama metode pembelajarannya, sebagaimana dilakukan oleh Singapura yang didukung oleh tiga universitas negeri dan lima politeknik kelas dunia.
Politeknik Singapura (Singapore Polytechnic/SP) yang menjadi politeknik pertama dan tertua di Singapura selalu melakukan update teknologi untuk memenuhi standar pendidikan internasional dan lulusan yang berkualitas. Sejak didirikan pada 1954, Politeknik Singapura telah menghasilkan 130.000 alumni yang tersebar di berbagai negara dan menjadi pemimpin di berbagai sektor industri, eksekutif di perusahaan, wirausahawan dan masih banyak lagi5. Pendek kata, kuliah di luar negeri bakalan menjadi sebuah pilihan alternatif yang menjajikan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan dan kemajuan bangsa. Bukan nggak mungkin lho, suatu saat negara kita juga menjadi salah satu negara penyedia pendidikan berkualitas internasional. Namun yang terpenting dari itu semua adalah belajar di negeri orang hendaknya menjadi sarana, bukan tujuan akhir. Motivasi dan niat belajar akan sangat nentuin berhasil nggaknya studi kita di sana dan akhirnya….akan menentukan masa depan kita. So, guys. Just prepare your selves. A lot of chances are waiting you.
Referensi:
- Windy Ariestanty & Maurin Andri, Studying Abroad : Belajar Sambil Berpetualang di Negeri Orang, (Jakarta : GagasMedia,2007), hlm.1-2
- Kompas, 2 Agustus 2006, “Studi di Luar Negeri Bukan Sekedar Gengsi”
- Ibid.
- http://www.studyjapan.go.jp, 2007, “Why Study in Japan”
- Kompas, 14 Februari 2006, Politeknik, “Membuat Singapura Maju”