Metode Simple Additive Weighting (SAW)

Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Salah satu metode penyelesaian masalah dalam SPK adalah dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. 

Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif dari semua atribut (Fishburn, 1967) [3]. Metode SAW ini mengharuskan pembuat keputusan menentukan bobot bagi setiap atribut. Skor total untuk alternatif diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara rating (yang dapat dibandingkan lintas atribut) dan bobot tiap atribut. Rating tiap atribut haruslah bebas dimensi dalam arti telah melewati proses normalisasi matriks sebelumnya. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada (Kusumadewi, 2006) [4].

Langkah Penyelesaian SAW sebagai berikut:

1. Menentukan kriteria-kriteria
Kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu Ci dan sifat dari masing-masing kriteria.

2. Menentukan rating kecocokan
Yaitu rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria.

3. Membuat matriks keputusan
Matriks keputusan dibuat berdasarkan kriteria(Ci), kemudian melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut (atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R.

Formula untuk melakukan normalisasi tersebut adalah:
Formula Normalisasi Metode SAW
Formula Normalisasi Metode SAW
Keterangan:
  • Max xij = nilai maksimum dari setiap kolom
  • Min xij = nilai minimum dari setiap kolom
  • xij = baris dan kolom dari matriks
  • rij = rating kinerja ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj; i =1,2,…m dan
  • j = 1,2,…,n.

4. Hasil akhir
Hasil akhir adalah kesimpulan yang diperoleh dari proses perankingan yaitu penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai) sebagai solusi.

Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan sebagai:
Formula-Nilai-Preferensi-Setiap-Alternatif
Formula-Nilai-Preferensi-Setiap-Alternatif
Keterangan:
  • Vi = Nilai akhir dari alternatif
  • wj = Bobot yang telah ditentukan
  • rij = Normalisasi matriks

Nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih

Contoh Studi Kasus

Suatu institusi perguruan tinggi akan memilih seorang karyawannya untuk dipromosikan sebagai kepala unit Inovation Centre. Ada 4 kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian, yaitu:
  • C1 = tes pengetahuan (wawasan) tentang pembangunan suatu sistem
  • C2 = tes perancangan suatu sistem
  • C3 = tes kepribadian
  • C4 = tes kepemimpinan

Pimpinan perguruan tinggi memberikan bobot untuk setiap kriteria adalah sebagai berikut:
  • C1 = 35%
  • C2 = 25%
  • C3 = 25%
  • C4 = 15%

Ada 6 orang karyawan yang menjadi kandidat (alternatif) untuk dipromosikan sebagai kepala unit yaitu:
  • A1 = Indra Buana, S.T., M.Kom
  • A2 = Roni Pranowo, S.Kom., M.Kom
  • A3 = Putri Herlina, S.Si., M.Kom
  • A4 = Dani Ariatmanto, S.Kom., M.Kom
  • A5 = Ratna Pradhana, S.T., M.Cs
  • A6 = Mira Santika, S.Si., M.Si.

Penyelesaian

Menggunakan metode SAW.

1. Menentukan kriteria-kriteria
Kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu Ci dan sifat dari masing-masing kriteria.
Kriteria
Nama Kriteria
Bobot
Sifat
C1
Tes pengetahuan (wawasan) tentang pembangunan suatu sistem
35% = 35/100 = 0.35
Benefit
C2
Tes perancangan suatu sistem
25% = 25/100 = 0.25
Benefit
C3
Tes kepribadian
25% = 25/100 = 0.25
Benefit
C4
Tes kepemimpinan
15% = 15/100 = 0.15
Benefit

2. Menentukan rating kecocokan
Rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria. Pada tahapan ini, manajerr akan memberikan penilaian masing-masing kandidat di setiap kriteria yang telah ditetapkan. Range nilai yang diberikan adalah 0 – 100.
Alternatif
Kriteria
C1
C2
C3
C4
Indra
70
50
80
60
Roni
50
60
82
70
Putri
85
55
80
75
Dani
82
70
65
85
Ratna
75
75
85
74
Mira
62
50
75
80

3. Membuat matriks keputusan
Matrik keputusan berdasarkan kriteria (Ci).
Penjelasan matriks keputusan
Penjelasan matriks keputusan
Hasilnya,
70
50
80
60
50
60
82
70
85
55
80
75
82
70
65
85
75
75
85
74
62
50
75
80

Kemudian melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut (atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R.

KOLOM KE-1
Baris 1
r11 = x11 / max {x11;x21;x31;x41;x51;x61}
r11 = 70 / max {70;50;85;82;75;62}
r11 = 70 / 85
r11 = 0.82

Baris 2
r21 = x21 / max {x11;x21;x31;x41;x51;x61}
r21 = 50 / max {70;50;85;82;75;62}
r21 = 50 / 85
r21 = 0.59

Baris 3
r31 = x31 / max {x11;x21;x31;x41;x51;x61}
r31 = 85 / max {70;50;85;82;75;62}
r31 = 85 / 85
r31 = 1 

Baris 4
r41 = x41 / max {x11;x21;x31;x41;x51;x61}
r41 = 82 / max {70;50;85;82;75;62}
r41 = 82 / 85
r41 = 0.96

Baris 5
r51 = x51 / max {x11;x21;x31;x41;x51;x61}
r51 = 75 / max {70;50;85;82;75;62}
r51 = 75 / 85
r51 = 0.88 

Baris 6
r61 = x61 / max {x11;x21;x31;x41;x51;x61}
r61 = 62 / max {70;50;85;82;75;62}
r61 = 62 / 85
r61 = 0.73

KOLOM KE-2
Baris 1
r12 = x12 / max {x12;x22;x32;x42;x52;x62}
r12 = 50 / max {50;60;55;70;75;50}
r12 = 50 / 75
r12 = 0.67

Baris 2
r22 = x22 / max {x12;x22;x32;x42;x52;x62}
r22 = 60 / max {50;60;55;70;75;50}
r22 = 60 / 75
r22 = 0.8

Baris 3
r32 = x32 / max {x12;x22;x32;x42;x52;x62}
r32 = 55 / max {50;60;55;70;75;50}
r32 = 55 / 75
r32 = 0.73

Baris 4
r42 = x42 / max {x12;x22;x32;x42;x52;x62}
r42 = 70 / max {50;60;55;70;75;50}
r42 = 70 / 75
r42 = 0.93

Baris 5
r52 = x52 / max {x12;x22;x32;x42;x52;x62}
r52 = 75 / max {50;60;55;70;75;50}
r52 = 75 / 75
r52 = 1

Baris 6
r62 = x62 / max {x13;x23;x33;x43;x53;x63}
r62 = 50 / max {50;60;55;70;75;50}
r62 = 50 / 75
r62 = 0.67

KOLOM KE-3
Baris 1
r13 = x13 / max {x13;x23;x33;x43;x53;x63}
r13 = 80 / max {80;82;80;65;85;75}
r13 = 80 / 85
r13 = 0.94

Baris 2
r23 = x23 / max {x13;x23;x33;x43;x53;x63}
r23 = 82 / max {80;82;80;65;85;75}
r23 = 82 / 85
r23 = 0.96

Baris 3
r33 = x33 / max {x13;x23;x33;x43;x53;x63}
r33 = 80 / max {80;82;80;65;85;75}
r33 = 80 / 85
r33 = 0.94

Baris 4
r43 = x43 / max {x13;x23;x33;x43;x53;x63}
r43 = 65 / max {80;82;80;65;85;75}
r43 = 65 / 85
r43 = 0.76

Baris 5
r53 = x53 / max {x13;x23;x33;x43;x53;x63}
r53 = 85 / max {80;82;80;65;85;75}
r53 = 85 / 85
r53 = 1

Baris 6
r63 = x63 / max {x13;x23;x33;x43;x53;x63}
r63 = 75 / max {80;82;80;65;85;75}
r63 = 75 / 85
r63 = 0.88

KOLOM KE-4
Baris 1
r14 = x14 / max {x14;x24;x34;x44;x54;x64}
r14 = 60 / max {60;70;75;85;74;80}
r14 = 60 / 85
r14 = 0.71

Baris 2
r24 = x24 / max {x14;x24;x34;x44;x54;x64}
r24 = 70 / max {60;70;75;85;74;80}
r24 = 70 / 85
r24 = 0.82

Baris 3
r34 = x34 / max {x14;x24;x34;x44;x54;x64}
r34 = 75 / max {60;70;75;85;74;80}
r34 = 75 / 85
r34 = 0.88

Baris 4
r44 = x44 / max {x14;x24;x34;x44;x54;x64}
r44 = 85 / max {60;70;75;85;74;80}
r44 = 85 / 85
r44 = 1

Baris 5
r54 = x54 / max {x14;x24;x34;x44;x54;x64}
r54 = 74 / max {60;70;75;85;74;80}
r54 = 74 / 85
r54 = 0.87

Baris 6
r64 = x64 / max {x14;x24;x34;x44;x54;x64}
r64 = 80 / max {60;70;75;85;74;80}
r64 = 80 / 85
r64 = 0.94

Matriks hasil normalisasi yang didapat:
Matriks Normalisasi
Matriks Normalisasi
Hasilnya,
0.82
0.67
0.94
0.71
0.59
0.8
0.96
0.82
1
0.73
0.94
0.88
0.96
0.93
0.76
1
0.88
1
1
0.87
0.73
0.67
0.88
0.94

4. Hasil akhir 
Hasil akhir diperoleh dari proses perankingan yaitu penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai) sebagai solusi.

Proses perangkingan dengan menggunakan bobot yang telah diberikan oleh pengambil keputusan:
w = [0,35 ; 0,25 ; 0,25 ; 0,15]

Hasil perangkingan yang diperoleh dengan menggunakan rumus yang ke 2 adalah:
v1 = (0,35* 0,82) + (0,25* 0,67) + (0,25* 0,94) + (0,15* 0,71) = 0,80
v2 = (0,35*0,59) + (0,25*0,8) + (0,25*0,96) + (0,15*0,82) = 0,77
v3 = (0,35*1) + (0,25*0,73) + (0,25*0,94) + (0,15*0,88) = 0,90
v4 = (0,35*0,96) + (0,25*0,93) + (0,25*0,76) + (0,15*1) = 0,91
v5 = (0,35*0,91) + (0,25*1) + (0,25*1) + (0,15*0,87) = 0,94
v6 = (0,35*0,73) + (0,25*0,67) + (0,25*0,88) + (0,15*0,94) = 0,78

Nilai terbesar ada pada v5 sehingga alternatif A5 adalah alternatif yang terpilih sebagai alternatif terbaik. dengan kata lain, Ibu Ratna Pradhana, S.T., M.Cs akan terpilih sebagai kepala unit inovation centre.

LATIHAN SOAL

Referensi:
Modul Pertemuan ke-3 MCDM & SAW, disusun oleh Andri Syafrianto, M.Cs

1 Komentar

  1. Hii YANIX NOPHITHA, selamat datang di gatewan, senang bisa memberikan manfaat, salam admin.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال