Penyelesaian Metode Simpleks vs. Grafik

Penyelesaian Metode Simpleks vs. Grafik
Penyelesaian Metode Simpleks vs. Grafik
Diketahui:
Fungsi tujuan: maksimum Z = 25X1 + 25X2, dan Batasan:
  • 3X1 + 2X2 ≤ 6
  • 2X1 + 4X2 ≤ 8
  • X1, X2 ≥ 0

Penyelesaian Metode Simpleks


1. Mengubah Fungsi Tujuan dan Batasannya
Diubah menjadi fungsi implisit, artinya semua CjXij digeser ke kiri.

Fungsi Tujuan:
Z = 25X1 + 25X2 menjadi → Z - 25X1 - 25X2 = 0

Fungsi Batasan:
Karena fungsi batasan berupa pertidaksamaan, maka cara merubahnya kebentuk implisit adalah dengan menambahkan Slack Variabel.

3X1 + 2X2 ≤ 6 menjadi → 3X1 + 2X2 + X3 = 6
2X1 + 4X2 ≤ 8 menjadi → 2X1 + 4X2 + X4 = 8

2. Menyusun Persamaan Ke Dalam Tabel
  • Z - 25X1 - 25X2 = 0
  • 3X1 + 2X2 + X3 = 6
  • 2X1 + 4X2 + X4 = 8
Variabel Dasar
Z
X1
X2
X3
X4
NK
Z
1
-25
-25
0
0
0
X3
0
3
2
1
0
6
X4
0
2
4
0
1
8

3. Memilih Kolom Kunci
Pada baris Z terdapat dua nilai (-) yang sama besarnya, jadi harus dipilih salah satunya, dan itu bebas. Pada kasus ini saya pilih -25 di kolom X1.

4. Memilih Baris Kunci
Sebelum menentukan baris kunci, terlebih dahulu menghitung index variabel dasarnya, kecuali baris Z. Sehingga diperoleh hasil sebagai berikut:

5. Mengubah Nilai-nilai Baris Kunci
Didapat nilai kunci = 3.

6. Mengubah nilai-nilai selain baris kunci
Maka diperoleh hasil:

Tabel pertama (putih) nilai lama dan tabel kedua (berwarna) nilai baru,

7. Re-Optimasi
Dikarenakan baris Z pada tabel ke dua (berwarna) masih terdapat nilai negatif (-), maka diperlukan lagi optimasi dengan cara mengulangi langkah 3 s/d. 6.

Tabel optimasi ke 1
Variabel Dasar
Z
X1
X2
X3
X4
NK
Indeks
Z
1
0
-25/3
25/3
0
50

X1
0
1
2/3
1/3
0
2

X4
0
0
8/3
-2/3
1
4


7.3. Memilih Kolom Kunci



7.4. Memilih Baris Kunci



7.5. Mengubah Nilai-nilai Baris Kunci



7.6. Mengubah nilai-nilai selain baris kunci

Tabel yang diperoleh dari tabel pertama s/d. perbaikan / perubahan terakhir:

Kesimpulan
Karena pada baris fungsi tujuan (Z) sudah tidak ada yang bernilai negatif (-), maka sudah dianggap optimal dengan nilai X1 = 1, X2 = 3/2 dan Z max  = 125/2

Penyelesaian Metode Grafik


1. Menentukan Variabel
-
Variabel
-
X1
-
X2

2. Menentukan Fungsi Tujuan (Z)
Z = 25X1 + 25X2

3. Menentukan Fungsi Batasan
  • 3X1 + 2X2 ≤ 6
  • 2X1 + 4X2 ≤ 8

4. Minimalkan Z
Telah didapatkan 2 fungsi batasan, diantaranya;
  1. 3X1 + 2X2 ≤ 6
  2. 2X1 + 4X2 ≤ 8

1). 3X1 + 2X2 ≤ 6
Jika, X1 = 0, maka X2 = 6/2 = 3
Jika, X2 = 0, maka X1 = 6/3 = 2
Jadi, (X1, X2) = (2, 3)

2). 2X1 + 4X2 ≤ 8
Jika, X1 = 0, maka X2 = 8/4 = 2
Jika, X2 = 0, maka X1 = 8/2 = 4
Jadi, (X1, X2) = (4, 2)

5. Menggambar Grafik dan Mendeklarasikan Daerah Feasible
Menggambar Grafik dan Mendeklarasikan Daerah Feasible
Menggambar Grafik dan Mendeklarasikan Daerah Feasible

6. Mencari Nilai Z Optimal
Studi kasus menanyakan tentang MAKSIMAL fungsi tujuan (Z).

Untuk mencari nilai Z optimal dapat digunakan 2 cara:

1. Dengan membandingkan nilai Z pada tiap-tiap titik alternatif
Caranya adalah dengan menghitung nilai Z pada tiap-tiap titik alternatif, dengan cara subtitusi.

Titik A
Karena titik A adalah perpotongan dari batasan 1 dan 2, maka perlu menggunakan kedua pertidaksamaan / fungsi tersebut,

Eliminasi:
3X1 + 2X2 ≤ 6 | kalikan 2
2X1 + 4X2 ≤ 8 | kalikan 1
------------------------------
6X1 + 4X2 ≤ 12
2X1 + 4X2 ≤ 8
------------------------------ (-)
4X1 + 0 = 4
X1 = 4/4
X1 = 1

Subtitusi ke salah satu pertidaksamaan:
3X1 + 2X2 ≤ 6
3*1 + 2X2 ≤ 6
3 + 2X2 ≤ 6
2X2 ≤ 6 - 3
2X2 ≤ 3
X2 ≤ 3/2

Sehingga diperoleh titik A (1, 3/2). Berikutnya subtitusikan ke fungsi tujuan (Z), maka;
Z = 25X1 + 25X2
Z = 25*1 + 25*3/2
Z = 25 + 75/2
Z = 50/2 + 75/2
Z = 125/2
Z = 125/2 (max)

7. Membuat Kesimpulan
Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa, X1 = 1 dan X2 = 3/2 dan Z Max = 125/2.

Panduan:

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال