PENDAHULUAN
Hal yang sangat dikhawatirkan oleh kebanyakan masyarakat Indonesia kini telah terjadi, hal ini tidak hanya dialami oleh bangsa kita sendiri melainkan juga setiap bangsa dan negara dimuka bumi ini, namum pada kenyataannya negara Indonesia menjadi negara yang paling strategis, sehingga sejak dulu (sebelum kemerdekaan) sampai sekarang Indonesia menjadi negara target pasar paling favorit bagi negara-negara maju, pasalnya mereka tau kelemahan negara kita, dimana sebagian besar penduduknya adalah penduduk konsumtif, sampai – sampai mainan anak tk saja yang sangat simple didatangkan dari luar negeri. Dalam kompetisi globalisasi ini, negara kita bisa dikatakan masih dalam zona degradasi, tidak hanya itu, hal ini berpengaruh terhadap pergesekan kepentingan antar-bangsa yang begitu cepat dan mencakup masalah yang semakin kompleks. dan berikut ini adalah pengaruh globalisasi terhadap beberapa aspek dalam kehidupan:
Batas Teritorial
Batas-batas teritorial negara tidak lagi menjadi pembatas bagi kepentingan masing-masing bangsa dan negara, sekarang semuanya dapat ditempuh dengan cara apapun dan media apapun seperti udara, darat, laut, bahkan sampai ke level jaringan (Network).
Ekonomi
Di bidang ekonomi terjadi persaingan yang semakin ketat, sehingga semakin mempersulit posisi negara-negara miskin, laju perkembangan teknologi tidak dapat lagi dibendung, selalu ada hal-hal baru setiap tahun, semester, bahkan setiap 3 bulannya, hal ini membuat negara kita menjadi semakin ketinggalan jauh untuk mengikutinya, ini dari kacamata teknologi, sekarang dari kacamata kebutuhan dan pangan, coba kalian datang ke pasar swalayan, bahkan di penjual buah di pinggir jalan. Anda akan menemukan berbagai macam buahbuahan dari luar negeri. Misalnya ada apel merah dari Washington, anggur merah, kelengkeng, buah pir Cina, pisang Cavendish. Kalau kalian perhatikan sebagian besar semua itu didatangkan dari negara lain. Belum lagi kalau diperhatikan berbagai jenis makanan, kalian akan menemukan California Fried Chicken, Kentucky Fried Chicken, Mc Donald’s, dan Pizza Hut. Itu semua baru sekedar sedikit contoh yang dapat diungkap.
Pendidikan
Globalisasi juga memberikan pengaruh terhadap pendidikan dinegara kita seperti:
- Pendidikan Pancasila : generasi saat ini telah mengalami kemerosotan etika dan moral yang dulu menjadi cirikhas negara Indonesia, dan menjadi dasar penilaian kepribadian seseorang.
- Bahasa Daerah : Indonesia yang kaya akan bahasa daerahnya kini lambat laun akan ditinggalkan oleh generasi baru-baru ini sehingga kekayaan Indonesia dalam ruang lingkup bahasa kini akan semakin luntur, sebab generasi saat ini sedikit yang bisa menguasai sepenuhnya tentang bahasa daerahnya.
- Bahasa Indonesia : Generasi sekarang seolah membuat kedudukan Bahasa Indonesia kini menjadi no.2 setelah bahasa Internasional yaitu bahasa Inggris, Jadi cermin kita sebagai bangsa sendiri seolah tidak sepenuhnya lagi, sebab generasi sekarang terhadap penguasaan bahasa sendiri mungkin bisa dikatakan semakin luntur, sebab mereka menganggap bahwa bahasa asing itu lebih keren dan lain sebagainya, padahal tidak sepenuhnya benar. Hal ini sangat berbeda dengan negara maju seperti Jepang yang menjunjung tinggi Bahasa Nasionalnya.
Politik, Pertahanan dan Keamanan
Globalisasi di bidang politik tampak, bahwa demokrasi dan HAM telah dijadikan oleh dunia internasional untuk menentukan apakah negara tersebut dinilai sebagai negara beradab atau bukan?
PENGERTIAN GLOBALISASI
Sartono Kartodirjo berpendapat bahwa proses globalisasi sebenarnya merupakan gejala sejarah yang telah ada sejak jaman prasejarah. Beberapa contoh antara lain bangsa-bangsa dari Asia ke Eropa, ke Amerika, dari Asia ke Nusantara, dan lain-lain. Berdasarkan tinjauan sejarah, Indonesia sebenarnya telah lama mengalami proses globalisasi.
- Globalisasi adalah sebuah perubahan sosial, berupa bertambahnya keterkaitan di antara dan elemenelemennya yang terjadi akibat dan perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.
- Globalisasi adalah proses, di mana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.
- Globalisasi adalah proses meningkatnya aliran barang, jasa, uang dan gagasan melintasi batas-batas negara.
- Globalisasi adalah proses di mana perdagangan, informasi dan budaya semakin bergerak melintasi batas negara.
- Globalisasi adalah meningkatnya saling keterkaitan di antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik, dan pertukaran kebudayaan.
- Globalisasi merupakan gerakan menuju terciptanya pasar atau kebijakan yang melintasi batas nasional.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa globalilsasi adalah “Dominasi pengaruh antar negara yang menjadi trend di muka bumi ini“.
Peristiwa-peristiwa sejarah dunia yang meningkatkan proses globalisasi adalah sebagai berikut:
- Ekspansi Eropa dengan navigasi dan perdagangan.
- Revolusi industri yang mendorong pencarian pasaran hasil industri.
- Pertumbuhan kolonialisme dan imperialisme.
- Pertumbuhan kapitalisme.
- Pada masa pasca Perang Dunia II meningkatlah telekomunikasi serta transportasi mesin jet.
Disadari ataupun tidak, yang jelas sekarang ini globalisasi berkembang dalam skala yang luas, dan dipercepat oleh mengalirnya arus informasi secara bebas.
Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia
Apa yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia menghadapi arus globalisasi ini ?, tentu saja Indonesia harus bisa dan berusaha untuk bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan - kebutuhan pokok Bangsanya, sehingga tidak perlu lagi mengalami ketergantungan dengan negara lain. Dan jika sekiranya perlu untuk mengambil suatu hal atau barang yang berasal dari luar negeri, maka kita harus menggunakan nilai-nilai luhur pancasila untuk menyaringnya, sehingga jari diri Bangsa Indonesia tetap kokoh. Sesuatu yang modern memang diperlukan tetapi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai yang sudah berakar dalam diri bangsa Indonesia.
Pentingnya Globalisasi bagi Politik Nasional
Politik Luar Negeri
Tahukah kalian, apakah yang hendak diperjuangkan atau dipertahankan oleh suatu negara dalam forum internasional? Jawabannya tidak lain adalah kepentingan nasional. Sebagai contoh pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri. Pengiriman mereka adalah dalam rangka mengurangi pengangguran dan menghasilkan devisa bagi Indonesia. Untuk itu dalam rangka mewujudkan kepentingan nasional harus ada kerjasama dengan Negara tetangga atau Negara dimana para TKI dan TKW dikirimkan. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kepentingan nasional merupakan kunci dalam politik luar negeri. Apakah politik luar negeri itu? Secara sederhana politik luar negeri diartikan sebagai skema atau pola atau cara suatu negara tertentu dalam berhadapan dengan negara lain atau sekelompok negara lain baik dilakukan secara terbuka maupun rahasia untuk tujuan atau kepentingan nasional dengan power dan kapabilitas (kemampuan).
Politik Luar Negeri Republik Indonesia
Dasar hukum pelaksanaan politik luar negeri Republik Indonesia tergambarkan secara jelas di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea I dan alinea IV. Alinea I menyatakan bahwa "kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan".
Selanjutnya pada alinea IV dinyatakan bahwa "...dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial..."
Dari dua kutipan di atas, jelaslah bahwa politik luar negeri RI mempunyai landasan atau dasar hukum yang sangat kuat, karena diatur di dalam Pembukaan UUD 1945.
Ciri-ciri Politik Bebas Aktif Republik Indonesia
Bebas dan Aktif disebut sebagai sifat politik luar negeri Republik Indonesia. Bahkan di belakang kata bebas dan aktif masih ditambahkan dengan sifat-sifat yang lain, misalnya anti kolonialisme, anti imperialisme.
Dalam dokumen Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1989) yang telah ditetapkan oleh Menteri Luar Negeri RI tanggal 19 Mei 1983, dijelaskan bahwa sifat Politik Luar Negeri adalah: (1) Bebas Aktif... (2) Anti kolonialisme... (3) Mengabdi kepada Kepentingan Nasional dan... (4) Demokratis. Menurut M Sabir ciri khas biasanya disebut untuk sifat yang lebih permanen, sedangkan kata sifat memberi arti sesuatu yang dapat berubah-ubah. Dengan demikian karena bebas dan aktif merupakan sifat yang melekat secara permanen pada batang tubuh politik bebas aktif.
Pengertian Politik Bebas Aktif Republik Indonesia
- Bebas, berarti tidak terikat oleh suatu ideologi atau oleh suatu politik negara asing atau oleh blok negara-negara tertentu, atau negara-negara adikuasa (super power).
- Aktif artinya dengan sumbangan realistis giat mengembangkan kebebasan persahabatan dan kerjasama internasional dengan menghormati kedaulatan negara lain.
Tujuan Politik Luar Negeri Republik Indonesia
Di dalam dokumen yang berhasil disusun oleh pemerintah yang dituangkan di dalam Rencana Strategi Politik Luar negeri Republik Indonesia (1984-1989) antara lain dinyatakan bahwa politik luar negeri suatu negara hakekatnya merupakan salah satu sarana untuk mencapai kepentingan nasional.
Sedangkan di Indonesia, jika dicermati, rumusan pokok kepentingan nasional itu dapat dicari dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945, yaitu bahwa bangsa Indonesia diamanatkan untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang menyelenggarakan empat fungsi sebagai berikut:
- Fungsi Hankam, dalam hal ini adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
- Fungsi Ekonomi, yaitu memajukan kesejahteraan umum.
- Fungsi Sosial dan Budaya, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
- Fungsi Politik, yaitu pada rumusan kalimat … ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Jadi, ke-empat fungsi pokok tersebut sesungguhnya sekaligus menjadi tujuan nasional bangsa Indonesia.
