MENGENAL POLA PIKIR PENGUSAHA

Mengenal Pola Pikir Pengusaha
Mengenal Pola Pikir Pengusaha

Tujuan Pembelajaran
  • Memberikan pemahaman pentingnya perubahan dan peranan mindset (pola pikir)
  • Menjabarkan perubahan mindset
  • Mengenalkan mindset entrepreneur 
  • Mengenalkan teori kecerdasan finansial.
  • Mengenalkan kreativitas sebagai modal penting seorang wirausahawan
  • Menjelaskan hambatan berpikir kreatif yang dapat menghambat progress sebuah usaha
  • Mengenalkan cara mengukur potensi kreatif
  • Mengenalkan cara meningkatkan kreativitas dan membebaskan diri dari belenggu

>>>WIRAUSAHA ITU HARUS BERPIKIR PERUBAHAN<<<

Pola Pikir Entrepreneur

Entrepreneur vs Non Entrepreneur = Produktif vs Konsumtif (Resources Utilization Versus Resources Disposal)
Entrepreneur vs Non Entrepreneur = Produktif vs Konsumtif (Resources Utilization Versus Resources Disposal)

Hambatan Persepsi Memulai Usaha

  • Merasa Sudah Terlalu Tua atau Merasa Terlalu Muda
  • Tidak Berbakat
  • Tidak Punya Modal (uang).


"Setiap hari seorang manusia melakukan self-talk sebanyak 55.000 s/d 60.000 kali. Sayangnya 77% statement yang diucapkan bersifat negatif dan melemahkan diri kita"
- Deepak Chopra- 

Contoh:
  • “Saya kurang sukses”
  • “Saya sudah terlambat untuk berubah dan menjadi orang sukses”
  • “Saya sudah terlalu tua untuk sekolah lagi”
  • “Saya bodoh”
  • “Saya tidak berbakat bisnis”

    Siapa Bilang?!:
    • Terlalu Tua: Ingat lah, Kolonel Sander pendiri KFC memulai bisnis pada umur 70 tahun
    • Tidak  Berbakat: Ingat lah, Brian si kaki satu memulai bisnis karena “kepepet” dan tidak bisa mencari kerja
    • Tidak Punya Modal: Ingat lah, Onasis memulai bisnis kapal angkut dengan OPM (Other People Money).

    Lalu Apa Yang Diperlukan Untuk Memulai Bisnis?

    Hanya Perlu 3M (Motivasi, Mindset dan Make it (Just Do IT)). Sekali lagi tingkatkan hasrat berwirausaha Anda sebagaimana Anda sedang jatuh cinta kepada seseorang.

    Mana Yang Anda Pilih?

    Pilian Fundamental
    Pilian Fundamental
    Model Kiyosaki, Model Stephen R Covey
    Jadi, bertransformasilah dengan cepat dan tepat!

    Permainan Neraca Kehidupan

    • Peserta diminta menuliskan sumber-sumber pendapatannya
    • Peserta diminta menuliskan jenis-jenis pengeluarannya dan menilai apakah termasuk “bad cost” atau “good cost”
    • Menghitung Wealth Ratio masing-masing.


    Game Asset Produktif Vs. Konsumtif

    Buatlah daftar asset di rumah Anda milik Anda  sebanyak-banyaknya,  kemudian nilai sendiri apakah asset tersebut, produktif atau konsumtif.

    Tips Praktis

    • Gunakan visualisasi harian sesuai dengan tujuan, misalkan; imajinasikan nikmatnya mempunyai usaha yang waktunya tidak diatur oleh orang lain.
    • Gunakan teknik affirmasi harian dengan pemilihan kata yang menggugah kesadaran pikiran, dengan mengucapkan kalimat “saya semakin sukses” saat kondisi tubuh relaks bangun pagi.

    "Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku Anda. Tetapi bila Anda menginginkan perubahan yang besar dan mendasar, ubahlah pola pikir Anda." 
    - Stephen Covey-


    Hambatan Kreativitas


    Hambatan Persepsi Pada Game

    1. Membatasi penyelesaian problem dengan asumsi yang tidak perlu
    2. Stereotyping: Berpikir konvensional
    3. Terlalu banyak informasi.


    Perspektif


    Seseorang memiliki cara menyampaikan yang berbeda-beda begitu juga dengan pengusaha atau wirausahawan, sehingga perspektif ini sering mereka gunakan sebagai gaya bahasa seorang wirausahawan. contoh, perhatikan gambar-gambar dibawah ini, pastinya setiap pembaca memiliki persepsi sendiri-sendiri, apapun yang anda pikirkan tidak ada yang salah, cuman yang menjadi pertanyaan, apakah jalan pikiran anda sesuai dengan apa yang diharapkan atau yang dimaksudkan oleh pembuatnya? itulah yang menjadi pekerjaan bagi seorang pengusaha atau wirausahawan.

     
     
     

    Berpikir Kreatif

    1. Melihat dengan sudut pandang baru
    2. Menemukan hubungan baru
    3. Membentuk kombinasi baru.


    Melihat Dengan Sudut Pandang Baru

    Sebenarnya masalah yang kita hadapi tidak berubah, tetapi yang kita ubah adalah cara kita dalam memandang masalah tersebut melalui pola pikir positip. Misal; memandang kegagalan sebagai sukses yang tertunda, bukan kegagalan sebagai alasan untuk frustasi berat.

    Pemikir Kreatif Selalu Bertanya

    Pertanyaan itu adalah tentang sesuatu yang meliputi : Shape, Color, Use, Material, Part, and Size (SCUMPS).

    Teknik “CREATE”

    1. Membuat COMBINASI baru
    2. Menggunakan Input yang RANDOM
    3. Membuat ELIMINASI
    4. Menggunakan ALTERNATIF
    5. Mencoba Cara Pikir Terbalik
    6. Kasus Ekstrim


    Teknik Visual Thinking


    ATM = Amati, Tiru, Modifikasi
    ATM = Amati, Tiru, Modifikasi

    Tips Meningkatkan Kreativitas

    1. Tingkatkan penggunaan otak kanan anda melalui stimulus visualisasi tujuan, mempelajari seni musik, serta berolahraga jalan kaki tanpa alas.
    2. Kenali hambatan kreatifitas anda, dan lakukan rencana aksi untuk mengeliminir hambatan tersebut.
    3. Biasakan berpikir berbeda.
    “Kreatifitas terdiri dari 1 persen inspirasi dan 99 persen kerja keras.”
    -Thomas Alfa Edison-

    2 Komentar

    1. sob, maksud gambar yang ada 4 grafik itu apa yaaa????

      BalasHapus
      Balasan
      1. Itu masalah perspektif / sudut pandang saja gan, jadi begini, dari 4 gambar diatas, mana yang paling mudah dicerna mengenai maksud dan tujuannya?

        Kalo saya lebih mudah memahami gambar wanita dan pesawat, jika gambar wanita di pajang di Distro, maka persepsi saya itu Distro khusus pakaian wanita.

        Jika gambar wanita itu di pajang di Salon, saya akan mengira bahwa salon itu spesialis untuk model wanita.

        sementara itu untuk gambar pesawat, Anda bisa terjemahkan sendiri apa maksudnya, berdasarkan dimana gambar itu berada, dan mainkan imajinasi Anda.

        Sebenarnya, maksud dari pembahasan tersebut adalah, agar kita terbiasa dengan memvisualkan suatu ide / gagasan.

        Karena gambar, merupakan bahasa paling universal, kenapa begitu? ya, tentu saja, karena dengan gambar, orang akan mudah paham, bahkan di penjuru dunia sekalipun juga akan paham, jika suatu maksud dan tujuan bisa divisualisasikan.

        Berbeda jika Anda mengekspresikannya dengan text, maka hanya orang-orang tertentu yang bisa memahaminya, karena banyak faktor, seperti perbedaan bahasa, tingkat pendidikan, dll.

        Begitu gan, thanks

        Hapus
    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال