![]() |
| Mencari Calon Dosen Pembimbing |
Jika kamu adalah calon mahasiswa pascasarjana (S2/S3), biasanya kamu akan diminta untuk mencari calon pembimbing akademis kamu (Doktor atau Profesor) yang sesuai dengan bidang yang akan kamu tekuni sebelum kamu mendaftar di universitas tersebut. Tidak semua universitas memberlakukan peraturan yang sama. Beberapa universitas memiliki aturan yang berbeda, kamu diminta mencari pembimbingmu setelah kamu terdaftar di universitas tersebut.
Pembimbing inilah yang nantinya membantu kamu menyelesaikan studi kamu, sesuai dengan riset yang sedang diselenggarakan di lab yang ia pimpin. Seorang profesor di universitas tertentu bahkan memajang lowongan mahasiswa Master (S2) atau Doktor (S3) yang bersedia untuk membantu penelitiannya di web pribadinya. Jika ini yang terjadi, biasanya profesor tersebut bersedia mencarikan “sponsor” untuk dana pendidikan kamu dan biaya hidupmu selama kamu belajar di sana nantinya. Dana pendidikan ini didapatkan dari beberapa perusahaan atau institusi yang bekerja sama dengan profesor tersebut untuk penelitian tertentu.
Di beberapa universitas, profesor juga mendapat dana bantuan dari perguruan tinggi jika dia dapat merekrut mahasiswa S3 karena jumlah mahasiswa S3 di perguruan tinggi tersebut ikut menentukan nilai dari perguruan tinggi yang bersangkutan (sebagai contoh, salah satu kriteria dari sebuah research university adalah dihasilkannya lima puluh orang doktor dalam satu tahun di 15 bidang yang berbeda).
Profesor terkadang menjadi penentu diterima atau tidaknya seorang calon mahasiswa asing di universitas tersebut. Universitas-universitas di Jepang biasanya mensyaratkan mahasiswa S2 atau S3 untuk mencari pembimbing terlebih dahulu sebelum mereka menerima mahasiswa asing di universitas mereka. Biasanya, admission office akan menanyakan kesediaan profesor yang bersangkutan karena ini terkait dengan masalah penelitian. Jadi, jika kamu sudah menghubungi profesor yang bersangkutan, biasanya lebih mudah untuk diterima.
Ada hal lain yang harus kamu perhatikan saat memilih calon pembimbing kamu nantinya. Selain tema riset, kamu sedikit banyak juga harus tahu karakter profesor kamu. Kamu nggak bakalan nyangka kan, bagaimana karakter profesor kamu? Siapa tahu profesor tersebut hanya ingin memperkerjakan kamu dan mengambil keuntungan dari kerja kerasmu saja, tanpa memberimu timbal balik yang cukup. Kalau sudah begitu, biasanya usia studimu menjadi lama dan kamu kesulitan untuk konsentrasi pada tesis kamu karena sibuk dengan proyek profesor tersebut. Simak beberapa tips berikut ini yang berguna untuk memilih profesor atau calon pembimbingmu kelak:
- Salah satu cara yang paling mudah untuk memilih profesor yang “baik” adalah melalui rekomendasi dari kakak angkatan kamu atau dosen kamu yang dahulu pernah menjadi “anak didik” profesor tersebut. Rekomendasi ini sudah lebih dari cukup untuk menentukan pilihanmu.
- Lihat asal mahasiswa asing di lab profesor tersebut. Kamu akan sangat beruntung jika di lab itu terdapat mahasiswa asing dari negara yang sama dengan kamu. Artinya, profesor kamu sudah mengetahui watak orang Indonesia dan dengan begitu ia tidak akan menyia-nyiakan kamu kelak. Setidaknya, kamu memiliki rekan satu negara yang bisa kamu mintai keterangan sebelum kamu memilih profesor tersebut untuk menjadi pembimbing kamu nantinya.
- Lihat juga jumlah keseluruhan mahasiswa bimbingannya. Jika profesor kamu memiliki banyak mahasiswa bimbingan, kemungkinan besar ia disukai mahasiswanya. Kemungkinan lain, potensi timbulnya masalah personal antara mahasiswa dan profesor lebih kecil.
- Jika profesor kamu pernah berkunjung ke Indonesia, itu adalah sebuah nilai lebih yang cukup berarti. Setidaknya ia mengerti dan mengenal karakter orang Indonesia meskipun tidak selalu profesor yang berkunjung ke Indonesia bisa menjadi pembimbing yang baik.
